Ini Menu Kesukaan Kapolri Saat Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Badrodin Haiti dalam gelar Operasi Ketupat 2015 di halaman Mapolda Metro Jaya. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Kapolri Badrodin Haiti dalam gelar Operasi Ketupat 2015 di halaman Mapolda Metro Jaya. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti punya menu kesukaan khusus saat Lebaran. Selain opor ayam, ternyata makanan favorit Badrodin adalah rawon. Dia selalu minta disediakan masakan khas dari Jawa Timur ini di meja makan rumahnya.

    ”Saya suka sekali rawon,” kata Jenderal Badrodin disertai tawa seusai salat Id di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Juli 2015.

    Rawon merupakan menu masakan khas dari Jawa Timur. Rawon berupa kuah dengan daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Rawon punya ciri khas, yakni kuahnya terbuat dari bahan buah kluwek ditambah dengan sejumlah bumbu dan rempah-rempah dengan taburan kecambah.

    Menurut pria kelahiran Jember, Jawa Timur, ini sejumlah menu spesial selalu tersaji di rumahnya saat Lebaran. Di antaranya ketupat sayur. Meski begitu, bekas Wakil Kapolri itu menuturkan tidak terlalu pilih-pilih dalam soal makanan.

    Sebelum salat Id, biasanya Badrodin bersalam-salaman dengan anak dan istrinya. Namun pada Lebaran kali ini putra sulungnya, Farouq Ashadi Haiti, tak dapat berkumpul bersama lantaran sedang bertugas di Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. ”Farouq bersama istrinya di Surabaya,” kata Tejaningsih Haiti, istri Badrodin. Menurut Tejaningsih, kini mereka tinggal bertiga bersama si bungsu, Fakhri Subhana Haiti.

    Seusai salat Id, Badrodin menggelar halalbihalal bersama para perwira tinggi dan menengah Polri di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri. Badrodin tak mengadakan open house seperti para pejabat negara pada umumnya. Seusai halalbihalal bersama keluarga Polri, Badrodin bakal mengunjungi Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla dan kediaman sejumlah mantan Kepala Polri.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.