Jaga Keamanan Idul Fitri, Kapolri Pilih Tak Mudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti saat memeriksa dan menandatangani sejumlah berkas di ruangannya, Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Dalam satu hari, ia bisa menerima 300 surat dari internal maupun aduan masyarakat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti saat memeriksa dan menandatangani sejumlah berkas di ruangannya, Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. Dalam satu hari, ia bisa menerima 300 surat dari internal maupun aduan masyarakat. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan tak akan mudik ke kampung halamannya. Pria asal Jember, Jawa Timur, merayakan hari Lebaran dengan siaga memantau pengamanan di Jakarta.

    "Enggak bisa mudik, di sini saja," kata dia kepada Tempo, di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Juli 2015.

    Badrodin bersama istri, Tejaningsih Haiti, dan putra bungsunya Fakhri Subhana Haiti berencana bersilaturahim ke Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, mereka juga akan mengunjungi sejumlah rumah mantan Kapolri.

    Teja menyatakan putra sulungnya, Farouq Ashadi Haiti, tak dapat berkumpul bersamanya. "Dia jaga Surabaya sama istrinya. Mana bisa mudik," ujarnya sembari tertawa.

    Usai salat Ied, para Perwira Tinggi Polri menggelar halal bihalal di Ruang Rapat Utama Mabes Polri. Sejumlah hidangan sederhana tersaji, seperti siomay, baso, es krim, pempek, dan opor ayam.

    Tampak pula Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan bersama istrinya, Susilawati Rahayu, serta Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso. Mereka beserta Jenderal bintang tiga lainnya bakal ikut Badrodin merayakan lebaran di Istana Wapres.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.