Menteri Basuki Klaim Kecelakaan di Pantura Turun 60 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemudi antre di kawasan Ciromed, Sumedang, Jawa Barat, yang memang rawan macet, Kamis, 16 Juli 2015. Pada H-1 lebaran, arus mudik jalur tengah Sumedang Cirebon semakin padat oleh arus kendaraan menuju Majalengka, Cirebon, dan Pantura. TEMPO/Prima Mulia

    Para pemudi antre di kawasan Ciromed, Sumedang, Jawa Barat, yang memang rawan macet, Kamis, 16 Juli 2015. Pada H-1 lebaran, arus mudik jalur tengah Sumedang Cirebon semakin padat oleh arus kendaraan menuju Majalengka, Cirebon, dan Pantura. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan volume kecelakaan di Jalur Pantai Utara turun selama mudik Lebaran tahun ini. Menurut dia, volume kecelakaan turun karena jalur Pantura yang sudah mulus.

    "Kecelakaan sudah turun sampai 60 persen. Mudah-mudahan terus turun.
    Jalur Pantura tidak ada lubang, Insya Allah tidak ada," katanya seusai menunaikan ibadah Shalat Ied, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2015.

    Basuki mengatakan sejak beberapa pekan sebelum Lebaran, ia sudah menginstruksikan pada semua pejabat eselon satu di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat untuk memeriksa Jalur Pantura. "Semua jalanan tidak ada yang bolong," katanya.

    Terkait kemacetan, ia mengakui kemacetan juga masih terjadi selama mudik di Jalur Pantura. Tapi, ia menegaskan kemacetan bukan disebabkan oleh kondisi jalan tapi karena volume kendaraan yang meningkat. Basuki mengatakan kemacetan yang terjadi secara umum masih dalam taraf wajar. Menurut data Mabes Polri, angka kecelakaan selama Lebaran dari 10 Juli hingga 15 Juli 2015 mencapai 266. Tahun lalu, angka kecelakaan pada periode sejak H-10 Lebaran mencapai 731 kasus.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.