Terpapar Abu Raung, Bandara Jember Ditutup Hingga Esok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap vulkanis menyembur dari atas puncak Gunung Raung. Hujan abu hitam jatuh di sekitar Pos Pengamatan Gunung Raung, yang berjarak 14 kilometer arah tenggara dari gunung. Banyuwangi, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    Asap vulkanis menyembur dari atas puncak Gunung Raung. Hujan abu hitam jatuh di sekitar Pos Pengamatan Gunung Raung, yang berjarak 14 kilometer arah tenggara dari gunung. Banyuwangi, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jember - Bandar Udara Noto Hadinegoro Jember kembali ditutup, Kamis, 16 Juli 2015 dan Jumat besok, 17 Juli 2015. Penutupan kembali bandara yang berada di Kecamatan Ajung itu lantaran guyuran abu Gunung Raung.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Noto Hadinegoro, Edi Purnomo mengatakan bandara ditutup Kamis, 16 Juli 2015 dan Jumat besok, 17 Juli 2015. Penutupan bandara diberlakukan atas notice to airman (Notam) yang didasarkan laporan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Banyuwangi dan Jember. Laporan BMKG itu menyebutkan. Arah sebaran abu Raung ke arah Barat Laut, Utara dan Barat.

    Edi juga mengatakan kalau bandara juga terpapar abu Raung berdasarkan pengecekan yang dilakukan petugas bandara. "Ada lumayan banyak (abu Raung)," kata Edi. Dengan ditutupnya bandara Raung pada Kamis ini dan Jumat besok, Edi mengatakan penutupan bandara Noto Hadinegoro sudah empat kali dan lima kali hingga besok. Kendati dilakukan penutupan, Edi mengatakan tidak ada penumpukan penumpang di bandara.

    "Tidak ada penumpukan penumpang, karena sebelumnya sudah diinfo sama Garuda," kata Edi. Berdasarkan informasi yang dihimpun TEMPO, setiap hari Bandara Noto Hadinegoro melayani satu kali penerbangan Surabaya-Jember dan sebaliknya Jember-Surabaya dengan maskapai Garuda Indonesia. Selain itu, ada juga Susi Air yang melayani penumpang dari Jember-Sumenep dan sebaliknya seminggu sekali.

    Seperti diberitakan seminggu terakhir ini, Jember diguyur hujan abu Gunung Raung. "Guyuran abu Raung cukup tebal terasa," kata Veni, warga Tegal Besar, Jember. Status aktifitas Raung hingga saat ini masih tetap di level siaga. Tremor menerus yang masih terjadi pada aktifitas vulkanik Gunung Raung, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi karena pergerakan fluida atau magma encer dari bawah kawah Gunung Raung.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.