Tak Lihat Abu Raung, Sriwijaya Usahakan Terbang Malam Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat komersil Sriwijaya Air SJ 0021 dari Medan menuju Padang, mendarat di landasan Udara (Lanud) Tabing Padang, Sumbar, Sabtu (13/10). ANTARA/Arif Pribadi

    Pesawat komersil Sriwijaya Air SJ 0021 dari Medan menuju Padang, mendarat di landasan Udara (Lanud) Tabing Padang, Sumbar, Sabtu (13/10). ANTARA/Arif Pribadi

    TEMPO.CO, Malang - Maskapai Sriwijaya Air masih berusaha mengupayakan memberangkatkan penumpangnya dari Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Kamis malam hari ini 16 Juli 2015. Ada sebanyak 280 penumpang Sriwijaya Air tujuan Malang-Jakarta dalam dua penerbangan yang telantar karena penutupan bandara itu akibat abu vulkanis Gunung Raung.

    Mereka seharusnya berangkat atau diterbangkan Pukul 13.30 WIB dan 14.30 WIB. Hingga kini, mereka masih bertahan di Bandara Abdulrachman Saleh. "Kami berusaha memberangkatkan hari ini juga," kata Manager Area Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah, Kamis, 16 Juli 2015.

    Keputusan Kementerian Perhubungan menutup Bandara Abdulrachman Saleh mengejutkan operator maskapai penerbangan. Sebab, mereka menganggap, tak ada guyuran abu di lokasi Bandara Abdulrachman Saleh.

    Secara visual, kata Yusri, tak ada kendala dalam penerbangan. Namun, Sriwijaya Air menyatakan mengikuti regulasi yang diputuskan oleh otoritas penerbangan sipil. Apalagi penutupan bandara tidak sepanjang malam ini. "Sehingga jika memungkinkan dan mendapat izin penumpang akan diterbangkan ke tujuan."

    Kementerian Perhubungan mengirim nota larangan terbang pukul 13.00 WIB. Alasannya debu vulkanik Gunung Raung berbahaya bagi penerbangan sipil. Dampak dari penutupan bandara ini, empat penerbangan dibatalkan. Mereka meliputi Sriwijaya Air dua penerbangan, Citilink dan Batik Air masing-masing sekali.

    Seluruhnya tujuan penerbangan Malang-Jakarta. "Izin terbang malam masih diurus," ujar Yusri.

    Sementara Kepala Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Abdulrachman Saleh, Suharno, tak bisa dihubungi. Telepon selulernya tak aktif.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.