Raung Meletus, Ribuan Pemudik di Juanda dan Malang Bingung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas vulkanik Gunung Raung saat dipantau melalui Pos Pemantauan Gunung Raung, Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 11 Juli 2015. Eruspi gunung ini telah berakibat ditutupnya lima bandara. TEMPO/Subekti.

    Aktivitas vulkanik Gunung Raung saat dipantau melalui Pos Pemantauan Gunung Raung, Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 11 Juli 2015. Eruspi gunung ini telah berakibat ditutupnya lima bandara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, SURABAYA -- Ribuan penumpang yang gagal terbang mengaku bingung dikarenakan tutupnya Bandara Internasional Juanda dan Abdurrahman Malang. Penutupan ini akibat adanya abu vulkanik Gunung Raung yang menuju arah Surabaya dan Malang.

    "Bingung kami mau  apa ini," kata Anin, salah satu penumpang yang ditemui Tempo di Juanda,  Kamis, 16 Juli 2015.

    Anin sendiri akan berangkat menuju Makassar pukul 17.10 dengan menggunakan maskapai Lion Air. Tapi saat ini dia belum tahu apa yang akan dilakukannya.  "Saya belum tahu mau bagaimana mungkin akan refund tiket atau jadwal ulang," kata dia.

    Nasib serupa juga dialami Lisa, akibat Bandara Juanda ditutup dan gagal terbang, Lisa mengaku tak tahu bagaimana caranya dia dan lima anggota keluarganya mudik ke Banjarmasin. Lisa mudik naik Lion ke Banjarmasin untuk memperingati Hari Raya Idul Fitri.

    "Belum tahu bagaimana ini, yang jelas kami akan tetap berangkat ke Banjarmasin karena memang sudah ada jadwal disana, tapi namanya juga musibah bagaimana lagi" ujar Lisa.

    Hal yang berbeda dengan salah satu penumpang di Bandara Soekarno Hatta Taufiq Ardyansah, dia mengatakan bahwa telah membatalkan perjalanan ke Surabaya. Taufiq sendiri memilih untuk berlebaran di Jakarta.

    "Mungkin saya akan mengurus refund atau reschedule gara-gara kejadian ini saya lebaran di Jakarta saja," kata Taufiq yang semestinya berangkat pukul 15.00 dengan maskapai Air Asia.

    Di Malang, Muhaimin yang rencananya mudik dengan maskapai Sriwijaya ke Jakarta pilih pasrah.  "Rencana pulang, lebaran berkumpul dengan keluarga. Tapi Tuhan berkehendak lain," ujarnya.

    Ia pasrah dan kembali ke rumah serta menghabiskan waktu libur lebaran di Malang. Muhaimin mudik ke rumah orang tua di Jakarta bersama anak dan istri.

    Menurut pantauan Tempo ratusan orang penumpang mengantri menunggu kepastian keberangkatan di depan loket costumer service beberapa maskapai. Tampak juga beberapa penumpang yang menanyakan bagaimana cara untuk merefand tiket kepada pihak maskapai.

    Selain itu, banyak penumpang yang duduk di lantai terminal keberangkatan pesawat. Ada juga beberapa penumpang yang terlihat hilir mudik mencari kepastian dengan tanya ke petugas maskapai maupun petugas keamanan bandara.

    Setelah Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup akibat abu vulkanis Gunung Raung, Bandara Internasional Juanda juga ditutup hari ini, Kamis, 16 Juli 2015. Sebab, arah abu vulkanis Gunung Raung mengarah ke Surabaya.

    Selain Juanda tiga bandara di Jawa Timur juga ditutup yaitu Bandara Abdurahman Saleh Malang, Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember.

    EDWIN FAJERIAL | EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.