PNS Bawa Mobil Dinas, Siap-siap Ditelepon Risma  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/ Ika Ningtyas

    Walikota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/ Ika Ningtyas

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara tegas melarang jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran 2015. Hingga hari terakhir menjelang cuti bersama, ia mengumpulkan mobil pelat merah di halaman belakang dan Balai Kota Surabaya.

    “Sudah mulai diparkir, tapi ini belum semua karena masih ada yang dipakai bertugas. Mungkin sampai Maghrib-lah,” katanya kepada wartawan usai memimpin apel pasukan pengamanan cuti dan libur Lebaran di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu, 15 Juli 2015.

    Agar tertib dan memudahkan pengawasan, wali kota yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mendata setiap mobil dinas berikut nama penggunanya. “Kami punya daftar data siapa yang menyerahkan. Nanti yang ngambil juga orang itu,” kata Risma.

    Selain itu, pengguna mobil wajib menyetorkan nomor ponsel yang mudah dihubungi saat menyerahkan kunci mobil. Risma berkisah, dulu tak sedikit pegawai Pemkot yang tak kunjung mengambil kembali mobil dinasnya. Bahkan ketika detik-detik terakhir waktu masuk kerja. Akibatnya, banyak mobil pelat merah yang masih berjajar di kantor pemerintahan kota.

    “Dulu itu ada yang mobilnya enggak diambil-ambil, jadi penuh di sini. Ya kita telponi yang bersangkutan, Ini di mana posisi (orang)-nya?’” ujarnya. Risma menargetkan Selasa atau tanggal 21 Juli sore, semua mobil harus diambil kembali.

    Kebijakan Wali Kota Risma mengandangkan mobil dinas di Balai Kota itu diakuinya telah berjalan beberapa tahun tersebut. “Ini sudah tiga tahun kami terapkan, jadi intinya tetap tidak boleh,” ujarnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.