Lebaran, Penyandang Disabilitas Banda Aceh Dapat Rp 2,5 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penyandang tuna netra membaca kitab suci Al Quran braille, saat tadarus di Masjid An-Nur UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra (RSCN), Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Malang, 18 Juni 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Sejumlah penyandang tuna netra membaca kitab suci Al Quran braille, saat tadarus di Masjid An-Nur UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Netra (RSCN), Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Malang, 18 Juni 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Banda Aceh:Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan bantuan keuangan sebesar Rp 2,5 juta kepada para penyandang cacat (disabilitas) dalam wilayah Banda Aceh. Bantuan diserahkan menjelang lebaran, agar penerima dapat menikmati suasana Idul Fitri, Rabu 15 Juli 2015.

    Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal kepada tiga orang dari 158 penyandang disabilitas yang telah diverifikasi oleh pihak Dinsosnaker dan dinyatakan berhak atas bantuan tersebut.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Illiza mengatakan walaupun jumlah dana yang diberikan masih minim jika dibandingkan dengan kebutuhan para penyandang cacat, tetapi bantuan ini merupakan bukti kepedulian antar sesama.

    “Mohon didoakan pendapatan kota kita termasuk zakat yang terkumpul di Baitul Mal semakin meningkat sehingga jumlah bantuan yang bisa kita berikan tahun depan juga ikut meningkat,” katanya.

    Semakin baik pengelolaan suatu kota, sambung Illiza, maka akan semakin baik kesejahteraan rakyatnya. “Pada saat yang bersamaan, fasilitas pendukung bagi para disabilitas terus kita tingkatkan, sehingga pembangunan bisa dirasakan oleh semua pihak.”

    Wali kota mengharapkan para penyandang disabilitas maupun para orangtua dari anak yang berkebutuhan khusus agar bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT.

    Kadinsosnaker Banda Aceh, Tarmizi Yahya MM, merincikan, ke-158 penyandang disabilitas yang menerima bantuan tersebut terdiri dari tuna netra 50 orang, cacat ringat 21 orang, cacat berat 24 orang, dan anak dengan kecacatan sebanyak 63 orang.

    “Dana sebesar Rp 2,5 juta untuk masing-masing penyandang cacat sudah ditransfer ke rekening penerima manfaat pada Senin (13/7) kemarin. Bantuan ini kita rencanakan akan terus kita salurkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.

    Banda Aceh telah melakukan pemberian bantuan tersebut sejak 3 tahun terakhir.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.