Jokowi Lepas Kontingen Soina ke Los Angeles  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) berfoto dengan anggota Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) di Istana Negara, Jakarta, 15 Juli 2015. ANTARA FOTO/

    Presiden Joko Widodo (tengah) berfoto dengan anggota Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) di Istana Negara, Jakarta, 15 Juli 2015. ANTARA FOTO/

    TEMPO.CO, Jakarta -- Presiden Joko Widodo melepas kontingen Special Olympics Indonesia (Soina) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Soina akan berangkat ke Los Angeles, Amerika Serikat, untuk mengikuti Special Olympics World Summer Games (SOWSG) XIV pada 21 Juli 2015.

    "Presiden mendukung penuh inisiatif Soina untuk memberdayakan warga Tuna Grahita. Menurut Presiden, disabilitas bukanlah halangan untuk maju dan berprestasi," kata anggota Tim Komunikasi Presiden, di Istana Negara, Rabu, 15 Juli 2015.

    Special Olympics adalah sebuah gerakan global yang memberdayakan Tuna Grahita atau disabilitas intelektual melalui pelatihan dan kompetisi olahraga dan telah diakui oleh International Olympic Committee (IOC) sebagai satu-satunya organisasi olimpiade khusus Tuna Grahita atau penyandang disabilitas intelektual.

    Soina merupakan satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Tuna Grahita di Indonesia dengan IQ di bawah 70-75. Indonesia bergabung menjadi anggota Special Olimpics ke-79 pada Agustus 1989.

    Pada olimpiade kali ini, Soina mengirim kontingen sebanyak 41 atlet, 13 pelatih, dan 6 official yang akan ambil bagian dalam 7 cabang olah raga, yaitu bulu tangkis, sepak bola, renang, atletik, bocce, bola basket dan tenis meja.

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap kontingen bisa memberikan prestasi yang luar biasa dalam olimpiade kali ini. Dia berjanji jika Indonesia bisa memberikan banyak emas, para atlet akan diberikan bonus.

    "Bonusnya masih diperhitungkan, tapi kalau bisa akan sama dengan atlet normal," kata Imam. "Supaya meningkatkan motivasi."

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.