Apa Kata Budi Gunawan Soal Permintaan Pencopotan Budi Waseso?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Budi Gunawan. TEMPO/Subekti.

    Budi Gunawan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Banyak publik meminta agar Kepala Badan Reserse dan Kriminal Komisaris Jenderal Budi Waseso mengundurkan diri. Waseso dinilai terlalu reaktif dalam menetapkan tersangka. Namun hal berbeda disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Budi Gunawan

    Baca juga:
    Budi Waseso Dinilai Sudutkan Syafii, Muhammadiyah Dihina?  
    Ribut Polisi Vs KY, Buya Syafii: Negara Gali Kubur Sendiri! 

    Budi Gunawan malah memuji kinerja bawahannya ‎tersebut. "Bagus, profesional," kata Budi setelah menghadiri pelantikan Kepala Staf Angkatan Darat di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2015. (Baca: Budi Waseso: Buya Syafii Jangan Campuri Hukum ) dan (Tonton: Syafii Maarif: ''Copot Budi Waseso Sebagai Kabareskrim'')

    Budi enggan berkomentar banyak tentang tuntutan pencopotan Waseso. "Kan itu ada beliau, tanya ke bersangkutan langsung," kata Budi sembari berlalu meninggalkan kerumunan wartawan. (Baca: Budi Waseso Dianggap Menghina Muhammadiyah  )

    Bekas Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif meminta Presiden Joko Widodo melalui Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mencopot anggota Polri yang mudah menetapkan orang sebagai tersangka. 

    Permintaan ini terkait dengan penetapan tersangka terhadap Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Komisioner KY Taufiqurrahman Sahuri. Keduanya ditetapkan tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi. ‎(Baca: Budi Waseso: Salah Saya Apa? Apakah Melakukan Kriminalisasi?)

    Sarpin melaporkan kedua komisioner KY dengan menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 310 tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 tentang fitnah. Sebelumnya, KY merekomendasikan sanksi skors nonpalu selama enam bulan untuk Sarpin.

    FAIZ NASHRILLAH

    Baca juga:
    Budi Waseso Dinilai Sudutkan Syafii, Muhammadiyah Dihina?  
    Ribut Polisi Vs KY, Buya Syafii: Negara Gali Kubur Sendiri! 

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.