Bos Uber Taksi: Kami Bukan Perusahaan Transportasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taksi uber yang berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta, 19 Juni 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    Taksi uber yang berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta, 19 Juni 2015. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

    TEMPO.COBandung - Pemimpin Uber Bandung, Joshua Ho, menegaskan perusahaannya tidak bisa disebut sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang transportasi. "Kami perusahaan teknologi, bukan transportasi," kata Joshua di Jalan IR H Djuanda, Selasa malam, 14 Juli 2015.

    Joshua menyatakan pihaknya siap memberikan penjelasan kepada semua instansi atau perusahaan yang merasa dirugikan oleh keberadaan Uber. Penjelasan itu akan disampaikan dalam sebuah seminar yang digelar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersama para pakar transportasi dan pelaku bisnis transportasi di Kota Bandung.

    "Kami sadar kehadiran kami di Bandung menarik banyak perhatian juga penolakan. Tapi kami sangat beruntung karena pemerintah di Bandung mau membuat seminar terlebih dulu dan mau mendengarkan apa itu Uber," tuturnya.

    Joshua mengatakan kehadiran mereka dalam seminar tersebut juga untuk membuktikan bahwa pihaknya tidak pernah menyepelekan regulasi yang sudah ada, sekaligus menunjukkan bahwa mereka tidak anti-aturan. Joshua berharap seminar tersebut juga memberikan solusi agar Uber bisa diterima keberadaannya di Kota Bandung.

    "Kami ingin diregulasi, tapi regulasi itu juga seharusnya bisa mengakomodasi bisnis kami. Di Filipina, akhirnya bisa dibuat regulasi baru yang mengakomodasi bisnis seperti Uber dan (bisnis sharing economy) lainnya," ucapnya.

    Joshua menambahkan, Uber Taksi dipastikan aman untuk penumpang. Bukan seperti tudingan-tudingan yang timbul belakangan ini. Dia juga membantah tudingan bahwa Uber berbahaya lantaran tidak memiliki fisik kantor, sehingga akan sulit dikomplain ketika terjadi kejahatan yang dilakukan oleh sopir.

    Menurut Joshua, Uber taksi sangat selektif dalam memilih pengemudi. Pihaknya tidak sembarangan memilih sopir maupun perusahaan sewa mobil sebagai mitra kerja.

    "Rental yang menjadi mitra kami memiliki SIUP (surat izin usaha perdagangan). Seleksi untuk driver juga cukup ketat serta harus memiliki surat keterangan catatan kepolisian (SKCK)," ujarnya.

    Joshua mengatakan penumpang tidak perlu khawatir. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau lain-lain yang merugikan, pihak Uber menjamin penumpang dengan asuransi. "Kalau ada kecelakaan, pelanggan kami ter-cover 1 juta dolar. Jika ada keluhan juga bisa melalui e-mail. Kami akan menjawabnya selama 24 jam," katanya.

    PUTRA PRIMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.