Abu Gunung Raung Guyur Jember

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memantau aktivitas Gunung Raung melalui Pos Pemantau Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    Warga memantau aktivitas Gunung Raung melalui Pos Pemantau Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jember - Semburan abu Gunung Raung mengguyur sejumlah kawasan di Kabupaten Jember, Rabu, 15 Juli 2015. Guyuran abu hasil erupsi Gunung Raung ini mencapai pusat Kota Jember.

    "Tipis saja terasa di Kota Jember," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Heru Widagdo, Rabu, 15 Juli 2015.

    Tapi situasi berbeda dialami warga Kecamatan Silo dan Ledokombo. "Di dua kecamatan ini, abu cukup tebal," ujar Heru.

    Karena itu, dia mengimbau warga setempat untuk tetap mengenakan masker jika keluar rumah. Heru mengatakan guyuran abu Raung ini tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat. "Namun warga harus tetap mengenakan masker jika keluar rumah. Demi kesehatan warga sendiri," kata Heru.

    Gunung api Raung berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember dengan ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut. Di Kabupaten Jember, jumlah penduduk yang berada di daerah rawan bencana sebanyak 117.163. Mereka merupakan penduduk Kecamatan Sumberjambe, Ledokombo, dan Silo. Namun yang terkena dampak secara langsung sebanyak 19.598 jiwa.

    Berdasarkan informasi BPBD Bondowoso, laporan pengamatan visual dan seismik Gunung Raung selama enam jam terakhir atau hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan cuaca di sekitar Gunung Raung terlihat terang dengan angin tenang berembus ke arah tenggara. Suhu tercatat 26 derajat Celsius. Namun gunung itu tertutup kabut.

    Sedangkan menurut pengamatan terhadap aktivitas kegempaan, gempa tremor masih terjadi Kisaran amplitudonya 4-32 milimeter, tapi dominan pada 22 milimeter. Status aktivitas Raung hingga saat ini masih siaga. Gempa tremor masih terjadi akibat aktivitas vulkanis Gunung Raung, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, karena adanya pergerakan fluida atau magma encer dari bawah kawah gunung itu.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.