Menjadi KSAD, Ini Janji Mulyono

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Praka Mulyana didampingi Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Mulyono (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait dirinya memperoleh Medali Emas katagori Sniper (Penembak Jitu) pada kejuaraan tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) ini berlangsung pada 20-23 Mei setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 25 Mei 2015. ANTARA FOTO

    Praka Mulyana didampingi Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Mulyono (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait dirinya memperoleh Medali Emas katagori Sniper (Penembak Jitu) pada kejuaraan tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) ini berlangsung pada 20-23 Mei setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 25 Mei 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -- Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal Mulyono sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Mulyono dilantik menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang saat ini menjabat sebagai Panglima TNI.

    Usai dilantik, Mulyono membeberkan beberapa visi dan misinya. Di antaranya adalah peningkatan konsolidasi antarprajurit TNI, juga konsolidasi dengan lembaga penegak hukum di luar TNI.

    Menurut Mulyono, yang lebih penting sebenarnya dalah konsolidasi keprajuritan. "Tentunya program KSAD yang lama ada juga yang masih harus dilakukan," katanya di Istana Negara, Rabu, 15 Juli 2015.

    Mulyono juga berjanji akan mensinergikan hubungan antara TNI dan Polri yang selama ini, menurut dia, sering tidak harmonis dalam berbagai kasus. "Tapi kejadian yang sudah-sudah sebelumnya itu murni kriminalitas, murni dan oknum yang melakukan, bukan atas institusi TNI atau Polri."

    "Kami sudah menekankan kepada satuan bawah agar tidak mudah terprovokasi," ucap Maryono.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.