Din Syamsuddin Bertemu Jokowi di Istana, Terkait Buya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) menerima Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin dengan mengenakan seragam TNI di Istana Merdeka, 16 Juni 2015. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kiri) menerima Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin dengan mengenakan seragam TNI di Istana Merdeka, 16 Juni 2015. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -- Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Majelis Ulama Indonesia sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke Istana Negara, Din Syamsuddin. Din datang seorang diri ke Istana dan langsung bertemu dengan Jokowi di Kantor Presiden.

    Din tidak banyak menjelaskan apa isi pertemuan dengan Presiden Jokowi. "Ya banyak macam-macam soal isu hukum dibahas. Tentang mafia hukum juga dan kerja lembaga hukum," kata Din Syamsuddin, Rabu, 15 Juli 2015.

    Pertemuan itu berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Menurut Din, pertemuan itu hanya diskusi biasa. Saat ditanya apakah terkait dengan pernyataan Ahmad Syafii Maarif yang meminta Komisaris Jenderal Budi Waseso jangan mudah mentersangkakan seorang tersangka, Din hanya tersenyum. (baca:Budi Waseso: Buya Syafii Jangan Campuri Hukum)

    Baca:
    Pemuda Muhammadiyah Desak Jokowi dan Kapolri Copot Budi Waseso
    Syafii Maarif: ''Copot Budi Waseso Sebagai Kabareskrim'

    Kemarin, Ahmad Syafii Maarif meminta Presiden Joko Widodo melalui Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti untuk mencopot anggota Polri yang mudah menetapkan orang sebagai tersangka. Ini terkait penetapan tersangka Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan Komisioner KY Taufiqurrahman Sahuri. Keduanya ditetapkan tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi. (Baca: KY Minta Tolong Jokowi, Budi Waseso: Kok, Ketakutan?)

    REZA ADITYA

    Baca juga:
    Duh, Ditangkap, Vitalia Malah Foto Sama Kapolsek: Ada apa? 
    Ditahan KPK, OC Kaligis Bicara Soal Gubernur & Suap Hakim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.