Jokowi Lantik Jenderal Mulyono Sebagai KSAD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Praka Mulyana didampingi Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Mulyono (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait dirinya memperoleh Medali Emas katagori Sniper (Penembak Jitu) pada kejuaraan tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) ini berlangsung pada 20-23 Mei setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 25 Mei 2015. ANTARA FOTO

    Praka Mulyana didampingi Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Mulyono (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan terkait dirinya memperoleh Medali Emas katagori Sniper (Penembak Jitu) pada kejuaraan tahunan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) ini berlangsung pada 20-23 Mei setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 25 Mei 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Mulyono sebagai Kepala Staf Angkatan Darat TNI menggantikan Gatot Nurmantyo yang kini menjadi Panglima TNI. 

    Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta Pusat, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI. Pelantikan itu berdasarkan Kepres Nomor 54 TNI Tahun 2015. (baca: Siang Ini Jokowi Lantik KSAD Pengganti Gatot)

    "Demi Allah saya bersumpah untuk diangkat dalam jabatan ini, baik langsung ataupun tidak akan memberikan sesuatu kepada siapa pun juga dan tidak akan menerima pemberian apa saja dari siapa pun yang saya tahu dengan jabatan atau pekerjaan saya," kata Mulyono, saat menirukan ucapan Jokowi pada sumpah jabatan, Rabu, 15 Juli 2015.

    Mulyono lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 12 Januari 1961. Pada 2009 dia menjabat Komandan Korem 032 Wirabraja, Padang, Sumatera Barat. Kemudian pada 2011, dia menjabat Wakil Komandan Sekolah Kecabangan Perwira TNI AD. Tahun 2011 dia menjabat sebagai Direktur Latihan Kodiklat TNI AD dan Direktur Kodiklat TNI AD.

    Pada 2012 dia menjabat Wakil Komandan Kodiklat TNI AD. Kemudian tahun 2013 sebagai Asisten Operasi KSAD. Pada 2014 dia menjabat sebagai Panglima Kodam Jaya dan saat ini Panglima Kostrad. 

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.