Jumlah Kendaraan yang Melintas di Nagreg Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik melintas di jalur selatan Nagreg, Jawa Barat, 13 Juli 2015. H-4 Lebaran jalur Nagreg terpantau lancar. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Kendaraan pemudik melintas di jalur selatan Nagreg, Jawa Barat, 13 Juli 2015. H-4 Lebaran jalur Nagreg terpantau lancar. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung -Penanggung Jawab Perhitungan Arus Posko Nagreg Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan terjadi peningkatan arus kendaran di Nagreg pada H-3 menjelang Lebaran. Hal ini disebabkan oleh mulai bergulirnya libur Lebaran di institusi swasta.

    "Meski terlihat lengang tetapi sebenarnya terjadi peningkatan arus kendaraan dibanding hari kemarin," ujar Eric saat ditemui Tempo di Posko Induk Nagreg Dishub Kabupaten Banding, Selasa, 14 Juli 2015.

    Dari data hasil survey Traffic Counting (TC) kendaraan Lebaran 2015 yang dilakukan Dishub Kabupaten Bandung sampai pukul 18.30 WIB, tercatat sebanyak 84.143 kendaraan telah melintasi jalur Nagreg. Jumlah ini lebih besar ketimbang total volume kendaraan yang melintas di Nagreg H-4 kemarin yang mencapai 67.203 kendaraan.

    Kendaraan roda dua masih mendominasi dengan jumlah total 56.056, disusul 24.885 mobil pribadi dan angkutan umum, 1.953 bus (besar dan kecil) dan 1.249 truk.

    Sementara itu, jumlah total kendaraan yang melintasi Jalur Nagreg pada H-4 lebaran tahun lalu--hingga pukul 23.59--mencapai 109.373 kendaraan. Jumlah ini diprediksi akan terlampaui pada tengah malam nanti. "Karena pemudik biasanya ramai pada malam hari."

    Pantauan Tempo, di sepanjang jalur Nagreg situasi mudik masih ramai lancar, kendaraan roda dua masih mendominasi dibanding kendaraan roda empat dan bus. Rest area sekitar Nagreg sudah mulai dipenuhi para pemudik terutama sepeda motor.

    Menghadapi lalu lintas yang ramai, petugas Dishub melakukan imbauan langsung lewat pengeras suara yang berasal dari Posko Dishub. "Silahkan sepeda motor gunakan lajur kiri, mobil di lajur kanan. Jaga kecepatan dan jarak aman kendaraan," kata petugas. 

    ROBBY DARMAWAN | HENGKY SULAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.