Suparman Marzuki Tersangka, Pansel KY Tak Anulir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota Komisi Yudisial, Harktistuti Harkrisnowo, mengatakan tidak akan menganulir kepesertaan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dalam pendaftaran sebagai anggota Komosi Yudisial meski menjadi tersangka pencemaran nama baik.

    "Surat penetapan Suparman sebagai tersangka dari Bareskrim kan belum ada, jadi kami masih menganggap penetapan tersangka itu belum legal," kata Tuti, sapaan Harkristuti, di gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa, 14 Juli 2015.  "Kami masih tetap akan melanjutkan seleksi terhadap Suparman yang mencalonkan diri lagi sebagai anggota Komisi Yudisial."

    Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI menetapkan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi. Selain itu, komisioner KY, Taufiqurrohman Sahuri, juga ditetapkan sebagai tersangka.

    Sarpin melaporkan keduanya ke Bareskrim atas tuduhan pencemaran nama baik pada akhir Maret lalu. Hal ini terkait dengan putusan Sarpin, yang mengabulkan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang kini menjadi Wakil Kepala Polri. Menurut Sarpin, penetapan tersangka Budi Gunawan tidak sesuai dengan peraturan dan sejumlah hal, seperti Budi Gunawan bukan pejabat negara atau aparatur negara dan KPK tidak bisa membuktikan unsur kerugian negara.

    Saat itu Sarpin dinilai sebagai hakim yang merusak tatanan hukum karena putusannya dianggap melenceng dari Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Selain itu, Sarpin dinilai melanggar etika hukum.

    Suparman kembali mencalonkan diri sebagai anggota Komisi Yudisial. Dia kini lolos 18 besar sebagai calon anggota Komisi. Harkristuti mengatakan jika Suparman dicoret, maka akan susah mencari nama kandidat lain pengganti Suparman. Musababnya, sebentar lagi mereka akan menjani tes kesehatan untuk selanjutnya diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.