Minim Lampu, Pemudik Diminta Waspada Melintasi Alas Roban

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Alas Roban, Jawa Tengah. Tempo/Budi Purwanto

    Kawasan Alas Roban, Jawa Tengah. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Batang - Pemudik yang melintasi jalur Pantai Utara Jawa di kawasan Alas Roban pada malam hari diminta berhati-hati dan waspada karena minimnya lampu jalan. Selain itu, meski mulus, jalan sepanjang 57 kilometer itu memiliki banyak kelokan, turunan, dan tanjakan.

    Alas Roban memiliki ruas jalan baru di sisi selatan. Menurut pantauan Tempo, jalur tersebut masih minim fasilitas, seperti peristirahatan, stasiun pengisian bahan bakar umum, dan lampu jalan.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Batang Ajun Komisaris Budiarto mengatakan sudah lama jalan di sepanjang Alas Roban terkenal rawan kecelakaan. Menurut dia, ada empat titik jalur yang harus diwaspadai pemudik. “Yakni Jrakahpayung, Adinuso, Surodadi, dan Plelen,” ujarnya, Selasa, 14 Juli 2015.

    Adapun jumlah lampu jalan minim, kata dia, karena banyaknya lampu yang tak berfungsi. "Dari 281 lampu jalan, sebanyak 170 mati."

    Pemerintah Kabupaten Batang menambah rambu-rambu lalu lintas untuk menyiasati minimnya lampu jalan. “Kami juga mendapat bantuan 30 lampu jalan. Tapi memang jumlahnya masih kurang untuk jalan sepanjang lebih dari 50 kilometer,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Batang Suharyanto.

    Fatimah, penjual es kelapa muda di kawasan Alas Roban di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, mengatakan banyak pemudik yang beristirahat pada saat menjelang magrib. “Selain untuk membatalkan puasa, para pemudik biasanya menunggu lewat magrib untuk meneruskan perjalanan lagi. Kata orang dulu, tidak elok bepergian saat magrib,” ujarnya.

    VENANTIA MELINDA  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.