Alasan Mendaftar ke Sekolah Vokasi UGM

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SV-UGM memberikan kesempatan gelombang II kepada Anda untuk mengikuti ujian tulis.

    SV-UGM memberikan kesempatan gelombang II kepada Anda untuk mengikuti ujian tulis.

    INFO BISNIS - Pendidikan vokasi bisa menjadi pilihan menarik bagi para siswa lulusan SMA dan SMK yang ingin kuliah. Di sini, pendidikan akan diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang mencakup program pendidikan diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4 yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1. Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV-UGM) adalah salah satu pilihan terbaik.  Kenapa?

    Meskipun baru dibentuk sejak 27 Oktober 2009, tradisi vokasionalnya telah ada sejak 1977, yaitu dengan didirikannya Pendidikan Ahli Teknik (PAT) dan Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP). Ada 26 program studi di dalam manajemen Sekolah Vokasi UGM dari berbagai jenis keilmuan untuk program studi D-3 dan D-4  (setara S-1 terapan).  Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KNI (kerangka kualifikasi nasional Indonesia), lulusan D-4 SV-UGM bisa langsung meneruskan ke program S-2 Terapan, baik di Indonesia maupun di negara lain.

    Ada delapan alasan utama buat Anda untuk mendaftarkan diri masuk Sekolah Vokasi UGM. Pertama, SV-UGM memberikan kesempatan gelombang II kepada Anda untuk mengikuti ujian tertulis yang bisa Anda manfaatkan sebaik-baiknya.

    Kedua, SV-UGM memiliki komposisi 60 persen praktek dan 40 persen teori. Proporsi pendidikan dititikberatkan ke arah praktek, yang diperkuat dengan pendalaman teori dengan kadar yang mencukupi. Pada semester akhir, mahasiswa akan diwajibkan magang kerja di berbagai perusahaan nasional/internasional. Program magang ini akan menjadi jembatan bagi calon lulusan untuk berkenalan dengan calon perusahaan yang kelak akan merekrutnya.

    Ketiga, di SV-UGM, para mahasiswa bisa mengembangkan bakat pada bidang olahraga, seni, dan IPTEK. Keempat, para lulusan Vokasi UGM disalurkan ke dunia kerja yang dikoordinasi VDC (Vocational Development Center) SV-UGM, bekerja sama dengan program studi-program studi di SV-UGM. Sekolah Vokasi UGM telah memiliki lebih dari 200 MoU dengan perusahaan pencari tenaga kerja dan dikelola hingga tuntas, yaitu menyalurkan lulusan ke berbagai perusahaan.

    Alasan kelima memilih SV-UGM adalah bisa mewujudkan cita-cita untuk menginjakkan kaki ke luar negeri. Sekolah Vokasi UGM sudah menjalin kerja sama dengan beberapa negara di luar negeri, seperti pertukaran pelajar dan pengiriman mahasiswa untuk melakukan riset terapan sebagai tugas akhir. Negara-negara yang menjalin kerja sama itu antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Cina. Keenam, SV-UGM bisa menciptakan wirausaha sukses karena membuka jurusan sekolah kewirausahaan. Ketujuh, SV-UGM menyediakan lebih dari 60 jenis beasiswa hasil kerja sama dengan berbagai pihak, stakeholder, dan alumni. Program beasiswa ini dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban biaya studi.

    Alasan kedelapan, karena UGM. Sebagai universitas yang telah berdiri lama (sejak 1949), UGM memiliki banyak fasilitas serta sejarah panjang yang telah mengakar kuat dan menjulang tinggi dengan reputasi internasional. Suasana kampus dan jejaring UGM dengan kiprah Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) akan memperkuat penciptaan lulusan yang unggul dan bermartabat.

    Ujian tulis gelombang II SV-UGM akan dilaksanakan pada 28 Juli 2015. Pembayaran (pendaftaran) dilakukan pada 18 Juni-21 Juli 2015. Untuk pendaftaran bisa dilakukan online pada 19 April-22 Juli 2015, dan cetak kartu ujian 24 Juli 2015. Hasil ujian tertulis ini akan diumumkan pada 5 Agustus 2015. Bagi yang lulus, registrasi dilakukan melalui online pada 12-13 Agustus 2015.

    Informasi lebih lanjut mengenai ujian masuk SV-UGM bisa dilihat melalui http://pmb.sv.ugm.ac.id/

    INFORIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.