Riau Diguyur Hujan, Kebakaran Hutan Bisa Berkurang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kualitas udara di Pekanbaru yang diselimuti asap pekat di Riau, 18 September 2014. Jarak pandang sejauh 800 meter membuat sejumlah penerbangan di Riau ditunda. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kualitas udara di Pekanbaru yang diselimuti asap pekat di Riau, 18 September 2014. Jarak pandang sejauh 800 meter membuat sejumlah penerbangan di Riau ditunda. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.COPekanbaru - Warga Riau senang dengan turunnya hujan karena bisa mengurangi titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan. "Alhamdulillah, akhirnya hujan," kata warga Pekanbaru, Agus Wijianto, Senin malam, 13 Juli 2015.

    Kegembiraan warga bukan tanpa alasan karena Riau hampir satu bulan dilanda panas. Sejak itu pula, titik api secara masif bermunculan di berbagai kabupaten. Alhasil, warga dibuat gerah akibat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan yang mencemari udara.

    Hujan akhirnya turun pada sore hingga malam hari, hampir merata di sejumlah daerah Riau. "Hujan turun cukup lebat, lumayanlah buat dinginkan suasana, asap pun sudah hilang," ujar warga Duri, Bengkalis, Suci Rahmadayanti.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Sugarin, mengatakan Riau berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang pukul 21.30 di wilayah Riau bagian timur, seperti Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Meranti, Dumai, dan Bengkalis. "Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 22.30," tutur Sugarin.

    Sugarin menambahkan, satelit tera dan aqua memantau terjadinya penurunan titik panas secara drastis di Riau. Saat ini hanya terdapat dua titik api, yakni di Pelalawan. "Namun tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau nihil titik panas," ucapnya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger menjelaskan pemadaman kebakaran hutan dan lahan hingga kini masih terus dilakukan, baik melalui darat maupun udara. "Petugas pemadam terus bekerja untuk mencegah bencana asap tidak terjadi saat Lebaran nanti," katanya.

    Kata Edwar, empat helikopter waterbombing untuk pemadaman lewat udara terus dikerahkan guna padamkan api. Satu helikopter pemadam jenis Sikorsky dengan kapasitas 5 ton bakal digeser ke Riau. "Saat ini Sikorsky sedang dalam perizinan di Singapura," ujarnya.

    Selain waterbombing, pemadaman kebakaran hutan di Riau juga dilakukan dengan teknis modifikasi cuaca hujan buatan. Hingga kini petugas telah menabur 40 ton garam di langit Riau.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.