Aktivitas Gunung Raung Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik  di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Aktivitas vulkanis Gunung Raung cenderung menurun dalam tiga hari terakhir. Dominasi gempa tremor hari ini berada pada angka 26 milimeter, turun dibandingkan Minggu, 12 Juli 2015, yang mencapai angka 28 mm.

    "Kecenderungan umum tetap turun walaupun kadang sedikit fluktuatif," kata Kepala Subbidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan, Selasa, 14 Juli 2015. 

    Hendra menjelaskan, dari pengamatan visual pada pukul 00.00-06.00, Gunung Raung masih melontarkan asap kelabu tebal. Namun ketinggiannya turun dari semula 1.000 meter menjadi 700 meter dari puncak. Embusan asap condong ke arah barat, atau ke Kabupaten Jember dan Bondowoso. 

    Secara umum, cuaca di sekitar gunung setinggi 3.332 meter itu terang dengan kondisi angin tenang. Suhu udara 20 derajat Celsius.

    Hendra mengimbau warga tetap mematuhi rekomendasi PVMBG agar tidak mendekat dalam radius 3 kilometer dari puncak. Dia menyesalkan karena masih ada pendaki yang nekat naik dan mengambil video aktivitas vulkanis dalam jarak dekat. "Erupsi Raung dalam radius 3 km berpotensi membahayakan nyawa manusia," ujarnya.

    Status Gunung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi-Bondowoso-Jember itu meningkat dari waspada ke siaga sejak 29 Juni 2015. Erupsi Gunung Raung telah menyebabkan lima bandara ditutup pada Jumat, 10 Juli 2015. 

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.