Pengukuhan Prabukusumo: Gawat, Kini Yogya Punya Dua Raja?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Sultan Hamengku Bawono (kanan) bersama dengan istri GKR Hemas (kedua dari kanan) pada acara peringatan Jumenengan Dalem di Pagelaran, Keraton Yogyakarta, 18 Mei 2015. Jumenengan Dalem adalah peringatan akan peristiwa naik tahta Sultan HB X di keraton Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga.

    Sri Sultan Hamengku Bawono (kanan) bersama dengan istri GKR Hemas (kedua dari kanan) pada acara peringatan Jumenengan Dalem di Pagelaran, Keraton Yogyakarta, 18 Mei 2015. Jumenengan Dalem adalah peringatan akan peristiwa naik tahta Sultan HB X di keraton Yogyakarta. TEMPO/Pius Erlangga.

    Komandan organisasi sayap sipil keraton, Paguyuban Seksi Keamanan Keraton (Paksi Katon), Muhammad Suhud, mengatakan penobatan tersebut sarat dengan kepentingan politik. Menurut Suhud, jika nantinya konflik keraton kian meluas, pihaknya tidak segan-segan akan bergerak sesuai dengan instruksi yang diberikan otoritas keraton.

    Ketua Dewan Penasihat Paguyuban Dukuh se-Kabupaten Gunungkidul, Sutiyono, mengatakan kalangan masyarakat hanya akan mengakui penobatan raja baru yang sesuai dengan prosedur keraton. “Kami masih mengakui raja bertakhta Hamengku Buwono X, meskipun tak setuju dengan Sabda Raja,” ujarnya.

    Baca juga:
    Ditahan Polisi, Pengemis Ini Punya Tabungan Rp 22 Miliar
    Ini Rahasia Orang Sumedang Pantang Salat Id pada Hari Jumat

    Adapun Prabukusumo mengaku tidak tahu-menahu ihwal pengukuhan tersebut. “Demi Allah, demi Rasulullah. Saya tidak tahu sama sekali! Dan ini bulan puasa Ramadan,” katanya kepada Tempo, Ahad malam lalu. Dia mengatakan telah menjelaskan persoalan tersebut kepada saudara-saudaranya yang lain. Menurut dia, pengukuhan dirinya sebagai Hamengku Buwono XI tersebut tidak sah. “Sudah saya sampaikan pada Kangmas dan adik-adik saya. Sudah clear,” tuturnya.

    Meskipun menolak, Prabukusomo menilai pengukuhan dirinya tersebut adalah legal karena merupakan bentuk usulan dari masyarakat. Dia menyatakan akan menerima perwakilan paguyuban yang akan menyampaikan surat pengukuhan. “Akan saya terima. Saya ingin tahu maksudnya dan tujuannya apa. Kenapa saya (yang dikukuhkan),” katanya.

    PITO AGUSTIN RUDIANA | PRIBADI WICAKSONO

    Baca juga:
    Heboh Pohon Uang, Duit Rp 2,6 M Mendadak Jatuh Bak Daun!
    Majikan Tergoda Rayuan Pembantu, Rp 51 Juta Raib


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.