Harga Sembako Naik, Aher: Masyarakat Tak Usah Panik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyapa pedagang ayam pada saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Kebon Kalapa, Bandung, Jawa Barat, , 13 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyapa pedagang ayam pada saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Kebon Kalapa, Bandung, Jawa Barat, , 13 Juli 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung -- Jelang Lebaran Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, lakukan sidak di pasar tradisional ITC Kebun Kelapa Bandung. Beberapa harga komoditas merangkak naik dan turun hal tersebut dipengaruhi dari banyaknya permintaan menjelang lebaran. Namun masyarakat dihimbau agar tidak panik karena kenaikan harga komoditas tidak tinggi bahkan kurang dari 5% harga wajar.

    "Harga ada yang naik dan tutun itu psikologi jelang lebaran, tapi kenaikan tidak tinggi bahkan ada juga komoditas yang turun seperti bawang merah dan tomat. Jadi masyarakat jangan paniklah kalaupun naik tidak akan melambung tinggi" ujar Ahmad Heryawan di pasar tradisional ITC Kebun Kelapa, Senin 13 Juli 2015

    Harga daging sapi dan cabai merah mengalami kenaikan agak tinggi yakni berkisar antara Rp 115.000 per kilogram hingga Rp 150.000 per kilogram. Sedangkan untuk cabai merah besar Rp 35.000 per kilogram.

    Adapun beras mengalami kenaikan paling kecil dibandingkan harga komoditas lainnya. Meski kenaikan masih dalam tahap wajar, namun Ahmad Heryawan mengatakan pihaknya akan terus memantau kenaikan harga komoditas tersebut agar tidak melampaui batas lambung.

    "Yang naik itu cabai dan daging sapi, kalo untuk beras ada kenaikan tapi hanya sedikit sekali. Untuk cabai menurut laporan kepada saya stok tidak akan kurang dari para petani, sehingga pihak kami juga akan terus mengawasi kenaikan harga tersebut" ujar Ahmad Heryawan.

    Menurut Ahmad Heryawan kenaikan harga komoditas jelang lebaran tersebut seharusnya sudah mulai kembali stabil sehari setelah lebaran. Pasalnya, setelah lebaran permintaan komoditas tersebut sudah kembali normal tidak mengalami peningkatan. Maka dari itu pihanya berharap agar kenaikan beberapa komoditas tidak berlangsung lama dan tidak mempengaruhi harga komoditas lain.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.