KY Minta Tunda Pemeriksaan, Buwas: Penyidik Tak Bisa Diatur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Budi Waseso memberi hormat seusai upacara kenaikan pangkat perwira tinggi di Mabes Polri, Jakarta, 5 Februari 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Budi Waseso memberi hormat seusai upacara kenaikan pangkat perwira tinggi di Mabes Polri, Jakarta, 5 Februari 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso menegaskan penyidik tak dapat diatur-atur untuk menuruti permintaan Komisioner Komisi Yudisial untuk menunda jadwal pemeriksaan. Waseso menargetkan pemeriksaan mereka bakal dilakukan sebelum Lebaran. "Kemungkinan pekan ini. Kami berikan reschedule, tapi bukan diatur mereka,'" kata Buwas --demikian Budi biasa disapa-- di markasnya, Senin, 13 Juli 2015.

    Bareskrim telah menetapkan Ketua KY Suparman Marzuki dan Komisioner KY Taufiqurrahman Sahuri sebagai tersangka pencemaran nama baik Sarpin. Seharusnya, mereka diperiksa hari ini. Kata Taufiq, kuasa hukumnya telah melayangkan surat penundaan pemeriksaan pada Jumat lalu. Ia berharap pemeriksaan dapat ditunda hingga 28 Juli 2015.

    Waseso mengimbau keduanya tak perlu takut menghadapi pemeriksaan. Sebab, kata dia, kasus hukum dua petinggi KY bukanlah kriminalisasi. "Kami menindak berdasarkan laporan. Itu pun terbukti ada unsur pidananya," ujarnya.

    DEWI SUCI R


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.