Bangun Papua, Pemerintah Bentuk Pokja di Tiap Kementerian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua (LMA) Lenis Kogoya (kanan) meletakkan batu pertama pembangunan pasar Praha, Sentani, Jayapura, 28 Desember 2014. Dalam kunjungan kerjanya di Papua ini, Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar di Papua yang dipusatkan di pasar Praha Sentani, Kabupaten Jayapura. ANTARA/Evarukdijati

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Papua Lukas Enembe dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua (LMA) Lenis Kogoya (kanan) meletakkan batu pertama pembangunan pasar Praha, Sentani, Jayapura, 28 Desember 2014. Dalam kunjungan kerjanya di Papua ini, Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar di Papua yang dipusatkan di pasar Praha Sentani, Kabupaten Jayapura. ANTARA/Evarukdijati

    TEMPO.CO, Jakarta  - Staf Khusus Presiden Lennys Kagoya mengatakan pemerintah akan membentuk kelompok kerja khusus Papua. Pokja ini akan berada di bawah sejumlah kementerian terkait. "Jadi bangun jalan, infrastruktur, kesehatan, semua langsung action," ujar Lennys di Istana Negara, Senin, 13 Juli 2015.

    Pembentukan pokja ini, kata dia, merupakan usul langsung dari masyarakat Papua yang merasa pembangunan di daerahnya terbengkalai. Beberapa kementerian, menurut Lennys, sudah menyiapkan proyek konkret untuk membangun Papua. Ia mencontohkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyiapkan seribu rumah bagi rakyat Papua. Kemudian, Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan tanah 25 hektar, bibit, dan aneka ternak, seperti sapi dan babi.

    Lennys mengatakan pembangunan akan diprioritaskan di daerah-daerah konflik, seperti Wamena dan Lanny Jaya karena daerah-daerah tersebut banyak yang hancur.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.