Jangan Cari Tenar dari Kasus Angeline

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga meneriaki para tersangka pembunuhan Angeline saat menjalani rekonstruksi ulang di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, 6 Juli 2015. Sebanyak 81 adegan diperagakan saat rekonstruksi kasus pembunuhan Angeline dengan menghadirkan kedua tersangka Agus dan Margriet Megawe. TEMPO/Johannes P. Christo

    Warga meneriaki para tersangka pembunuhan Angeline saat menjalani rekonstruksi ulang di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, 6 Juli 2015. Sebanyak 81 adegan diperagakan saat rekonstruksi kasus pembunuhan Angeline dengan menghadirkan kedua tersangka Agus dan Margriet Megawe. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta -- Ribuan orang dari sejumlah organisasi massa di Bali mengelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Denpasar, Senin 13 Juli 2015. Aksi terjadi  ketika sidang praperadilan kasus Angeline digelar siang ini. Sidang praperadilan kasus Angeline, diajukan oleh Margriet Christina Megawe, tersangka kasus pembunuhan yang juga ibu angkat Angeline.

    Ribuan orang membeber spanduk dan poster yang menyerukan, agar sidang kasus pembunuhan Angeline, bocah berusia delapan tahun berjalan lancar. Mereka juga mendukung Polisi menuntaskan penyidikan kasus pembunuhan ini. 

    Baca juga:
    KASUS ANGELINE: Inilah Teror yang Menghantui Saksi Kunci
    Duh, Si Ayah Kandung Pernah Diminta Ngaku Menculik Angeline

    Para demonstran bahkan meneriakkan isi poster dan spanduk yang mereka bawa. "Para pengacara mending bela anak kecil daripada bela penjahat," teriak para demonstran. " Jangan Cari Ketenaran dari Kasus Angeline."

    Juga "Kebenaran harus diungkap, biar Polri yang mengungkap kasusnya", dan "Bang Pengacara enggak perlu cari kasus ke Bali biar tambah terkenal...".

    Sidang dipimpin hakim tunggal Paten Sili tak lepas dari pantauan Komnas Perlindungan Anak. Menurut Ketuanya Artist Merdeka Sirait, merek mendukung proses penyidikan oleh Polda Bali dan yakin penetapan tersangka sudah berdasarkan bukti yang kuat. "Kami berharap hakim memiliki keyakinan yang serupa," ujarnya.

    Mengenai adanya aksi roma, menurutnya, merupakan bentuk kesadaran masyarakat yang menolak adanya kekerasan terhadap anak. Ini, kata dia, adalah momentum yang bagus agar kejadian seperti kasus Angeline tak terulang lagi.

    ROFIQI HASAN

    Baca juga:
    Akun Akseyna UI Hidup Lagi, Polisi: Ini Petunjuk Baru !
    Inul Bagi THR Rp 2 Miliar, Zaskia Gotik? Ini Jumlahnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.