Angin Hambat Kedatangan Kapal Mudik ke Tanjung Emas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal PT Pelni  Dobonsolo merapat di pelabuhan Tanjung Emas. Kapal ini akan membawa sepeda motor pemudik dari Jakarta ke Semarang, dan berlayar sebanyak 6 kali . Semarang, 12 Juli 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    Kapal PT Pelni Dobonsolo merapat di pelabuhan Tanjung Emas. Kapal ini akan membawa sepeda motor pemudik dari Jakarta ke Semarang, dan berlayar sebanyak 6 kali . Semarang, 12 Juli 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.COSemarang - Angin kencang di Laut Jawa membuat kedatangan kapal pengangkut pemudik di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, tertunda. Tercatat, ada kapal dari Kalimantan terlambat datang di Pelabuhan Tanjung Emas pada Senin, 13 Juli 2015.

    "Jadwal kedatangan dua kapal mundur,” kata supervisor pengamanan dari PT Pelindo III, Sumardji.

    Hari ini seharusnya ada dua kapal pemudik yang tiba di Pelabuhan Tanjung Emas. Yakni kapal motor Egon rute Pontianak-Semarang yang dijadwalkan tiba pukul 08.00 diundur menjadi pukul 19.00 dan kapal motor Lawit rute Sampit-Semarang yang seharusnya berlabuh pukul 16.00 mundur menjadi pukul 17.00.

    Menurut Sumardji, ombak di Laut Jawa tinggi karena embusan angin yang kencang. Kondisi ombak yang tinggi dapat membahayakan perjalanan kapal. 

    Selama angkutan Lebaran ini, sudah ada beberapa kapal pengangkut pemudik berlabuh di Tanjung Emas, Semarang. Di antaranya kapal motor Leuser rute Sampit-Semarang dan Jakarta-Semarang serta kapal motor Dobon Solo rute Tanjung Priok-Semarang, masing-masing mengangkut 1.500 dan 2.500 pemudik serta 800 sepeda motor.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Semarang Retno Widyaningsih membenarkan  angin kencang yang menyebabkan tingginya gelombang Laut Jawa itu. “Ini akan terjadi pada dua hari hingga 15 Juli mendatang,” ucap Retno.

    Menurut Retno, angin itu menimbulkan gelombang tinggi hingga 4 meter di Laut Jawa bagian tengah dari selatan Kalimantan sampai sekitar Pulau Karimunjawa. Namun Retno belum tahu penyebab pasti kecepatan angin yang menimbulkan gelombang tinggi itu. “Kami sedang mencari penyebabnya.”

    Gelombang tinggi itu dinilai membahayakan sejumlah pelayaran kapal penumpang dari Kalimantan menuju Semarang yang rata-rata berukuran sedang. 

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.