Polisi: Pembunuh Tiara Terus Berpindah Tempat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota polisi memeriksa saksi mata, Indiriani (9) yang merupakan adik kandung dari Tiara  saat melaporkan kejadian pembunuhan di Polsek Makassar, Sulawesi Selatan, 09 Juli 2015. Tiara tewas karena dipukuli ayah kandungnya, Rudi Haeruddin dengan menggunakan sapu dan balok kayu di rumahnya di Jalan Rappocini, Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang anggota polisi memeriksa saksi mata, Indiriani (9) yang merupakan adik kandung dari Tiara saat melaporkan kejadian pembunuhan di Polsek Makassar, Sulawesi Selatan, 09 Juli 2015. Tiara tewas karena dipukuli ayah kandungnya, Rudi Haeruddin dengan menggunakan sapu dan balok kayu di rumahnya di Jalan Rappocini, Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Sektor (Polsek) Makassar terus memburu Rudi Haeruddin, 35 tahun, pria yang tega membunuh anak kandungnya, Tiara Rudi, 13 tahun. Hampir sepekan usai insiden tragis itu, sang ayah belum juga tertangkap. Rudi diperkirakan telah meninggalkan Makassar. Karena itu, daerah pengejaran pria pengangguran itu pun diperluas.

    "Kami tidak sebatas fokus menyisir Makassar, melainkan memperluasnya ke daerah lain," kata Kepala Polsek Makassar Komisaris Sudaryanto kepada Tempo, Senin, 13 Juli 2015. Kendati demikian, pihaknya enggan membeberkan areal pencarian Rudi. Musababnya, hal itu bersifat rahasia. Bila dipublikasikan, dikhawatirkan pelaku kabur lagi.

    Sejauh ini tim pemburu yang dibentuk Polsek Makassar memang mengalami kesulitan membekuk Rudi. Kendalanya, pria bertato itu amat lihai dan liar. Kendati beberapa kali terlihat di lingkungan rumahnya dan kuburan Tiara, warga maupun polisi selalu terlambat mencokoknya. "Kemungkinan dia (Rudi) terus berpindah tempat. Cuma itu kendalanya," ucapnya.

    Pengejaran terhadap Rudi dilakukan oleh dua tim dari Polsek Makassar dibantu Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar. Sudaryanto mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian daerah lain untuk membantu menangkap ayah sadis itu. Salah satu daerah yang kemungkinan menjadi tujuan pelarian pelaku adalah Kabupaten Jeneponto yang merupakan kampung halamannya.

    Usaha yang ditempuh polisi tidak sekadar melakukan pengejaran terhadap Rudi. Kepolisian juga berkoordinasi dengan kerabat pelaku untuk mengetahui keberadaannya. Di samping itu, pihaknya melibatkan masyarakat dengan menyebar foto dan identitas pelaku ke sejumlah tempat keramaian. Toh, publik juga penasaran dengan wajah pelaku yang tega menghabisi anak kandungnya sendiri.

    Rudi menganiaya Tiara di rumahnya di Jalan Rappocini Raya Gang I, Makassar, Selasa, 7 Juli, pukul 21.00 Wita. Dengan brutal ia memukuli tengkuk dan kaki Tiara. Korban yang merupakan putri kesayangan pelaku sempat dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo sampai akhirnya meninggal, Rabu, 8 Juli, pukul 07.00 Wita. Bocah yang menjadi tulang punggung keluarga itu dimakamkan di Pekuburan Islam Dadi.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.