Pelayaran di Kupang Ditutup karena Cuaca, Arus Mudik Lumpuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal ferry yang mengangkut sejumlah pemudik tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Puncak arus mudik lebaran di Pelabuhan Ketapang diperkirakan pada H-3. TEMPO/Subekti

    Kapal ferry yang mengangkut sejumlah pemudik tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, 12 Juli 2015. Puncak arus mudik lebaran di Pelabuhan Ketapang diperkirakan pada H-3. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Kupang - Pelayanan arus mudik di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan lumpuh total akibat cuaca ekstrem. PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Kupang menutup pelayaran untuk semua lintasan. 

    "Dua hari (Senin-Selasa) ini, kami akan tutup pelayaran ke 17 lintasan di NTT," kata Kepala ASDP Kupang Arnol Jansen kepada Tempo, Senin, 13 Juli 2015.

    Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang, NTT dilanda angin timur dengan kecepatan 15-25 knot per jam. Angin timur tersebut menimbulkan gelombang tinggi di perairan NTT dengan ketinggian 1-4 meter.

    Gelombang tinggi terjadi di Laut Timur, Selat Ombai, dan Laut Sawu. "Angin disertai gelombang tinggi sangat berbahaya untuk pelayaran, sehingga terpaksa kami tutup," ucap Arnol.

    Penutupan ini menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang. ASDP mulai kewalahan melayani penumpang menjelang Lebaran ini. 

    "Penumpang mulai membeludak. Kami sempat kewalahan. Namun, karena cuaca buruk, terpaksa kami tutup," ujar Arnol.

    Penutupan ini, menurut dia, akan dilakukan selama dua hari, sambil melihat situasi cuaca. "Semoga saja dua hari ini pelayaran sudah kembali normal," tuturnya. Hari ini, tiga pelayaran yang dibatalkan adalah rute Kupang-Rote, Kupang-Sabu, dan Kupang-Waingapu. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.