Sidang Praperadilan Pembunuhan Angeline Diwarnai Unjuk Rasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menjadi tersangka kasus pembunuhan Angeline di Markas Polresta Denpasar, Bali, 30 Juni 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Ribuan massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin, 13 Juli 2015. Aksi unjuk rasa ini  dilakukan menjelang sidang praperadilan kasus Angeline yang rencananya digelar siang.

    Dalam posternya, para pengunjuk rasa mendukung Kepolisian untuk menuntaskan kasus pembunuhan Angeline. Ada juga poster yang menyindir pengacara Margriet Christina Megawe. "Jangan cari ketenaran dari kasus ini," begitu bunyinya.

    Baca juga:
    Duh, Si Ayah Kandung Pernah Diminta Ngaku Menculik Angeline
    KASUS ANGELINE: Inilah Teror yang Menghantui Saksi Kunci

    Margriet Christina Megawe telah ditetapkan sebagai tersangka utama pembunuh anak angkatnya sendiri, Angeline, 8 tahun. Sebelumnya, Agustinus Tai, pembantu Margriet, telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Sidang praperadilan kasus pembunuhan Angeline akan dipimpin hakim tunggal Paten Sili. Sidang tidak lepas dari pantauan Komnas Perlindungan Anak.

    Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, mereka mendukung proses penyidikan oleh Polda Bali dan yakin penetapan tersangka sudah berdasarkan bukti yang kuat. "Kita berharap hakim memiliki keyakinan yang serupa," ujar Arist.

    Menurut Arist, aksi unjuk rasa merupakan bentuk kesadaran masyarakat menolak kekerasan terhadap anak. "Ini adalah momentum yang baik agar peristiwa  pembunuhan Angeline tidak terulang lagi."

    Angeline, anak angkat Margriet, dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015. Angeline akhirnya ditemukan tewas mengenaskan pada 10 Juni 2015.  Bocah berusia 8 tahun ini dikubur di halaman belakang dekat kandang ayam di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali. 

    Hasil otopsi terhadap jenazah Angeline menunjukkan banyak ditemukan luka lebam pada sekujur tubuhnya. Luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali juga ditemukan pada leher bocah itu. 

    ROFIQI HASAN

    Baca juga:
    Akun Akseyna UI Hidup Lagi, Polisi: Ini Petunjuk Baru !
    Inul Bagi THR Rp 2 Miliar, Zaskia Gotik? Ini Jumlahnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.