Pansel Diminta Tak Pilih Capim KPK dengan Masa Lalu Suram  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Tafiequrachman Ruki, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) Destry Damayanti, Juru bicara Pansel Capim KPK Betty Alisjahbana dan Plt Wakil Pimpinan KPK, Johan Budi mengangkat tangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Tafiequrachman Ruki, Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK (Pansel Capim KPK) Destry Damayanti, Juru bicara Pansel Capim KPK Betty Alisjahbana dan Plt Wakil Pimpinan KPK, Johan Budi mengangkat tangan usai melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, 9 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COMalang - Dosen ilmu politik dari Universitas Indonesia, Abdul Azis, sangat berharap Panitia Seleksi Pimpinan KPK bisa menjaring calon pemimpin yang berintegritas.  "Memang sulit mencari calon yang bersih seperti malaikat. Tetapi jangan sampai memilih orang yang masa lalunya suram," ucap Abdul Azis saat diskusi seleksi calon pemimpin KPK yang diselenggarakan Malang Corruption Watch (MCW), Ahad malam, 12 Juli 2015.

    Karena itu, peneliti dari Center for Election and Political Party (CEPP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI itu mengatakan jejak rekam calon pemimpin KPK harus dipantau secara mendalam. "Jangan sampai orang yang memiliki catatan kelam memimpin KPK," ujarnya.

    Abdul Azis tak mempermasalahkan calon pemimpin dari unsur jaksa atau polisi. Sebab, dari kedua lembaga juga banyak yang memiliki integritas dan berkomitmen memberantas korupsi. 

    Menurut Abdul Azis, jika Presiden Joko Widodo sempat menyebut Indonesia darurat narkoba, “Sekarang Indonesia darurat korupsi." Lembaga tinggi, tutur dia, tak ada yang bersih, sementara di daerah juga marak korupsi karena tak ada pengawasan. Jadi KPK tak hanya berfungsi untuk pencegahan, tapi diutamakan dalam fungsi penindakan.

    Karena dalam kondisi darurat korupsi, kata dia, KPK mutlak harus diperkuat. Caranya, pemimpin KPK yang akan terpilih harus punya komitmen dalam memberantas korupsi. "Untuk itu, dibutuhkan proses seleksi ketat untuk menjaring calon pemimpin yang berintegritas dalam memberantas korupsi," ucapnya.

    Sedangkan Wakil Rektor Universitas Negeri Malang Hariyanto menilai sulit menemukan sosok calon pemimpin KPK yang berintegritas. Menurut dia, KPK adalah lembaga yang harus dilindungi dari kriminalisasi karena pekerjaan pegawainya sangat berisiko.

    "Pimpinan KPK menghadapi tekanan dan serangan dari berbagai penjuru," tuturnya.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.