Jelang Lebaran, Korban Lumpur Tabur Bunga di Tanggul  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 9 Tahun Tragedi Lumpur LAPINDO, Warga Gelar Doa Bersama

    9 Tahun Tragedi Lumpur LAPINDO, Warga Gelar Doa Bersama

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Menjelang Lebaran, puluhan warga korban semburan lumpur Lapindo dari Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, melakukan tabur bunga di tanggul titik 42, Minggu, 12 Juli 2015. Sebelum tabur bunga, mereka menggelar tahlil dan doa bersama. Sri Utami, Plt Kapala Desa Renokenongo, mengatakan acara tabur bunga dilakukan untuk mengenang dan mendoakan leluhur dan keluarga warga yang sudah meninggal. "Intinya mengenang leluhur yang sudah meninggal," katanya.

    Selain itu, dengan diadakannya acara tersebut, dia berharap ganti rugi korban lumpur cepat selesai dibayar. "Ada sekitar 700 berkas warga Desa Renokenongo yang belum dibayar," ujar Sri yang baru ditunjuk sebagai Plt pada April lalu.

    Lisman, 80 tahun, korban lumpur, mengaku ada sekitar 10 kuburan keluarga besarnya baik dari buyut hingga saudaranya yang terendam lumpur. "Setiap jelang puasa dan Lebaran saya tabur bunga," katanya.

    Juwito, 65 tahun, korban lumpur yang sudah dua tahun tinggal di tanggul titik 42, mengatakan pemakaman Desa Renokenongo sudah terendam lumpur sejak tahun 2006 bersamaan dengan semburan lumpur pertama kali.

    Sementara itu sampai saat ini proses pembayaran ganti rugi korban lumpur masih dalam tahap validasi berkas. Sebanyak 1.244 dari 3.337 berkas telah divalidasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS).

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.