PDIP Surabaya Usulkan Risma sebagai Pengurus DPP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) menyemprot lantai gedung Siola di Surabaya, Jawa Timur, 1 Mei 2015. Gedung Siola (White Away) didirikan pada 1877 dan merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Surabaya yang rencananya akan dibuat museum. ANTARA FOTO

    Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) menyemprot lantai gedung Siola di Surabaya, Jawa Timur, 1 Mei 2015. Gedung Siola (White Away) didirikan pada 1877 dan merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Surabaya yang rencananya akan dibuat museum. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya-Berhasil menggaet Tri Rismaharini sebagai calon Wali Kota Surabaya untuk periode kedua membuat  PDI Perjuangan Kota Surabaya berbunga-bunga. Selanjutnya wali kota perempuan pertama di Surabaya itu bakal diusulkan menjadi pengurus pusat PDI Perjuangan setelah resmi mendapat kartu tanda anggota partai banteng.

    "Kalau kelasnya Bu Risma  bukan lagi masuk ke kepengurusan tingkat cabang, tapi  DPP (Dewan Pimpinan Pusat). Minimal di Dewan Pimpinan Daerah Jawa Timur-lah," kata Ketua PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Minggu, 12 Juli 2015.

    Whisnu mengklaim  sampai saat ini Risma masih menjadi kader PDI Perjuangan  Ranting Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung. Whisnu menilai orang sekaliber Risma sangat sayang bila hanya menjadi pengurus tingkat ranting.  “Setelah Pemilihan Kepala Daerah Kota Surabaya akan kami tindaklanjuti (mengusulkan Risma sebagai pengurus DPP),” ujar Whisnu.

    Whisnu berujar, setelah pilkada, PDI Perjuangan Surabaya bakal mengadakan evaluasi internal sekaligus  pergantian pengurus karena ada posisi yang kosong. “Posisi Wakil Ketua  PDIP Surabaya kosong karena pengurus sebelumnya, Armuji, ditarik ke PDIP Jawa Timur,” kata dia.

    Soal Risma yang baru mengurus kartu tanda anggota belakangan, Whisnu tak mempersoalkan. Sebab meski tidak punya kartu tanda anggota PDI Perjuangan jabatan Risma tetap aman hingga masa akhir jabatan. Sebelumnya, pengurus PDI Perjuangan Surabaya mengkritik Risma yang tak memiliki kartu tanda anggota partai kendati dalam pilkada lima tahun lalu diusung oleh partai banteng. “Saya tegaskan selama lima tahun terakhir ini aman-aman saja,” ujarnya.

    Risma baru mendapatkan kartu tanda anggota setelah rapat kerja cabang khusus PDI Perjuangan Surabaya, 8 Juli 2015. Acara itu juga digunakan sebagai pengukuhan pasangan Risma dan Whisnu sebagai calon wali kota dari PDI Perjuangan pada pilkada serentak 9 Desember 2015

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.