Ilham Arief Ditahan, Keluarganya Menyusul ke Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menjawab pertanyaan wartawan sebelum dibawa menuju Rutan KOP Guntur, di Jakarta, 10 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menjawab pertanyaan wartawan sebelum dibawa menuju Rutan KOP Guntur, di Jakarta, 10 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Makassar - Kediaman bekas Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, di Jalan Monginsidi Baru Kompleks Perumahan Puri Mutiara, Makassar nampak sepi. Tak terlihat orang lalu lalang di sekitar rumah maupun kompleks perumahan.

    "Tidak ada orang di dalam pak, hanya pembantu saja. Keluarga dan anaknya bapak (Ilham) semua ke Jakarta sejak empat hari lalu," kata Syahrir dari balik pos keamanan di rumah Ilham, Sabtu, 11 Juli 2015.

    Syahrir mengaku sangat sedih mendengar bosnya ditahan KPK. Padahal sepengetahuan dia sebelumnya Ilham telah dinyatakan tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Bersalah. "Saya yakin pasti ada permainan. Ada orang yang mau jatuhkan bapak untuk kepentingan politik," kata Syahrir.

    Ilham dan istrinya, anggota DPR, Aliyah Mustika Ilham, jarang berada di rumah itu. Keduanya lebih banyak berada di Jakarta.

    Tempo juga mengunjungi rumah orangtua Ilham di bilangan Jalan Maipa, Makassar. Tapi suasana juga sepi. Meski pagar besi selebar 2,5 meter terbuka penuh. Namun tak terlihat orang berlalu lalang di halaman rumah. Padahal biasanya keluarga besar Ilham sering berkumpul di rumah tersebut. Rumah tersebut berada sekitar 100 meter dari Pantai Losari. Tepat berada di samping Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris dan berhadapan Masjid Al Aqsa Makassar. "Semuannya pergi ke Jakarta sejak dua hari lalu," kata Daeng Abdullah, seorang pembantu rumah.

    Abdullah mengaku tidak mengetahui persis ihwal kepergian keluarga Ilham ke Jakarta. Tapi dari kabar yang dia dengar, mereka ingin bertemu Ilham dan mengikuti langsung sidang putusan praperadilan. "Saya dengar, kalau pak Ilham sudah ditahan. Saya juga turut bersedih dek," ujar Abdullah.

    Adapun KPK menahan bekas Ilham, Jumat, 10 Juli 2015. Ilham dijeblokan ke rumah tahanan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan. Ilham ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan. Ia menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum tahun anggaran 2006-2012.

    Ilham mengaku  menghormati dan menghargai keputusan KPK yang menahannya. Ilham mengatakan sudah melakukan praperadilan untuk menguji keabsahan penetapan tersangkanya.

    AKBAR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.