Kasus Pelecehan Seksual Serupa di JIS Terjadi di Sidoarjo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ilustrasi. DOK: StockXpert

    Foto ilustrasi. DOK: StockXpert

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Kasus pelecehan seksual terhadap siswa sekolah seperti yang terjadi di Jakarta International School (JIS) dikabarkan ada di Sidoarjo. Dua siswa Sekolah Dasar Anugrah School di Kawasan Sentra Niaga Kaveling R-29 Citra Garden, Kelurahan Entalsewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mengadu ke polisi karena menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh karyawan lembaga pendidikan tersebut.

    Kasus tersebut terungkap setelah pengacara orang tua korban, M. Sholeh, mendatangi Bagian Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Sidoarjo. "Saya hari ini datang membawa dua orang tua yang anaknya menjadi korban tindakan asusila office boy SD Anugrah School," kata Sholeh, Sabtu, 11 Juli 2015.

    Menurut Sholeh, tindakan asusila itu sudah dilakukan berkali-kali dan diduga korbannya sudah banyak. Namun yang berani melapor ke polisi hanya dua orang. "Polisi tidak serius karena ada dua laporan pada bulan Mei dan Juni, tapi pelakunya sampai sekarang masih bekerja. Dan, ini menurut saya sebuah pelecehan," katanya.

    Sholeh berujar, sekolah juga tidak serius mau menyelesaikan kasus tersebut. Menurut dia, laporannya sudah masuk ke Polda Jawa Timur sejak Mei lalu, tapi baru sekarang dilimpahkan ke Polres Sidoarjo. "Menurut keluarga korban, sekolah selalu menutup-nutupi kasus itu. Bahkan ketika kemarin ada rapat, sekolah tidak mau membahas kejadian itu," ujarnya.

    IVN, ibu salah satu korban, mengatakan mengetahui anaknya mengalami pelecehan seksual pada 30 April 2015. "Saat itu anak saya pulang ke rumah terlihat murung. Setelah saya tanya, akhirnya dia ngaku," ujarnya.

    THR, ibu korban lain, menduga tindakan tersebut sudah dilakukan pelaku sejak setahun lalu, ketika anaknya baru masuk sekolah. "Dari pengakuan anak saya, sudah lama pelaku mengganggu. Tapi anak saya tidak berani cerita," katanya.

    Kedua korban pelecehan, ALB dan NWM, masih duduk di kelas I sekolah dasar. Adapun pelaku tindakan asusila berinisial MRC, 40 tahun, karyawan yang juga masih terhitung kerabat pemilik SD Anugrah School. 

    Misweni, Kepala SD Anugrah School, belum bisa memberikan keterangan karena saat dihubungi mengaku masih berada di luar kota. Dia berjanji memberikan tanggapan pada Senin pekan depan.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.