Memasuki H-6 Menjelang Lebaran, 22 Nyawa Pemudik Melayang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian pemudik mengular di tol Cikopo-Palimanan, 11 Juli 2015. TEMPO/Budi

    Antrian pemudik mengular di tol Cikopo-Palimanan, 11 Juli 2015. TEMPO/Budi

    TEMPO.CO, Subang - Sebanyak 22 nyawa melayang akibat peristiwa kecelakaan lalu lintas memasuki H-6 sebelum Lebaran. "Itu angka di seluruh Indonesia," kata Kepala Korps Lalu lintas Kepolisian RI Inspektur Jenderal Condro Kirono saat meninjau check point sepeda motor di halaman kantor Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 11 Juli 2015.

    Menurut dia, kecelakaan lalu lintas itu menimpa para pemudik bersepeda motor. Tapi ia tak menyebutkan secara rinci di wilayah mana peristiwa kecelakaan terbanyak terjadi.

    Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pemudik bersepeda motor, Korps Lalu Lintas Polri bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendirikan check point di sejumlah lokasi, terutama di jalur utama Pantai Utara (Pantura) Jawa.

    Lokasi titik istirahat di jalur Pantura Jawa Barat didirikan di Ciasem, Subang; dan Cirebon. Sebab kedua lokasi tersebut merupakan titik jenuh pemudik yang mengendarai sepeda motor. "Saya meminta kepada para pemudik bersepeda motor untuk beristirahat setiap tiga jam, tempatnya ya di check point," ucap Condro.

    Di titik Casem, kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Ridwan, ada 700 pengguna sepeda motor yang beristirahat. "Mereka beristirahat, pijat, servis motor gratis," katanya.

    Seorang pemudik asal Brebes, Suparto, mengaku senang bisa beristirahat di titik istrahat. "Bisa dipijat gratisan," ujarnya sambil terkekeh.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.