Tak Kena Asap Gunung Raung, Penerbangan di Lombok Normal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan penumpang WNA menunggu informasi keberangkatan penerbangan setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 10 Juli 2015. Bandara Ngurah Rai Bali ditutup sejak Kamis, 9 Juli tengah malam akibat gangguan debu vulkanik Gunung Raung. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ratusan penumpang WNA menunggu informasi keberangkatan penerbangan setelah adanya penutupan semua penerbangan di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 10 Juli 2015. Bandara Ngurah Rai Bali ditutup sejak Kamis, 9 Juli tengah malam akibat gangguan debu vulkanik Gunung Raung. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COMataram – Penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Lombok telah dibuka kembali, Sabtu, 11 Juli 2015 pagi ini. Penerbangan Garuda tujuan Bima telah diberangkatkan sekitar pukul 06.00 pagi. Sedangkan Lion Air menerbangkan pesawat tujuan Yogyakarta pada pukul 06.30. Untuk tujuan Jakarta, baik Garuda dan Lion Air masih menunggu pesawat yang datang dari Jakarta.

    Airport Operation Readiness Departement Manager atau Manajer Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I di BIL Gusbandoro Bambang K menjelaskan keputusan membuka kembali penerbangan di bandara Lombok setelah menerima Notice to Airmen yang menyatakan keadaan telah normal.

    “Sewaktu sehari ditutup, ada 35 penerbangan yang mestinya mengangkut 3.500 orang penumpang dibatalkan,’’ katanya, Sabtu, 10 Juli 2015.

    Bandara Lombok merupakan satu dari lima bandara di sekitar timur gunung Raung yang ditutup akibat abu erupsinya. Kelimanya adalah bandara Notohadinegoro di Jember, Blimbingsari di Banyuwangi, Ngurah Rai di Bali, Bandara Selaparang di Mataram, dan Bandara Internasional Lombok di Praya Lombok Tengah.

    Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Nusa Tenggara Barat Agung Hartono mengaku lega atas pengoperasian kembali bandara Lombok karena arus mudik Lebaran telah berlangsung. ‘’Sekarang sudah normal. Kemarin banyak sekali yang mengalami penundaan,’’ ujarnya.

    Salah satu penumpang yang batal terbang kemarin adalah Ketua Indonesia Congress & Convention Association Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Nur Haedin alias Edo. Ia tidak dapat terbang ke Jakarta untuk menghadiri rapat kerja Gerakan G70 Ayo Kerja Tim Jokowi di Sekretariat Negara. “Banyak sekali pemudik yang kecewa. Juga wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara,’’ ucapnya.

    Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB Taufan Rahmadi menyatakan pembatalan ini memang tidak bisa dihindari. ‘’Penutupan ini kan untuk keselamatan penerbangan,’’ ucapnya. Taufan termasuk  yang mengalami pembatalan keberangkatannya untuk berlebaran di kampung halamannya, Semarang, Jawa Tengah.

    SUPRIYANTHO KHAFID



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.