Asap Gunung Raung Makin Tebal, Bandara Banyuwangi Masih Tutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan penumpang warga negara asing menumpuk di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, setelah adanya penutupan semua penerbangan akibat erupsi Gunung Raung di Denpasar, Bali, 10 Juli 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ratusan penumpang warga negara asing menumpuk di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, setelah adanya penutupan semua penerbangan akibat erupsi Gunung Raung di Denpasar, Bali, 10 Juli 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, hari ini kembali ditutup pada pukul 07.00-12.00 WIB. "Semalam pukul 22.00 WIB kami menerbitkan pengumuman bandara ditutup," kata Kepala Bandara Blimbingsari Sigit Widodo, Sabtu, 11 Juli 2015.

    Sigit menjelaskan dari hasil cek lapangan sejak semalam hingga pagi ini masih ditemukan material abu vulkanik pada landasan pacu. Bahkan, material abu lebih tebal dibandingkan dengan kemarin, Jumat, 10 Juli 2015. "Oleh karena itu, demi alasan keselamatan penerbangan, bandara ditutup lagi," katanya.

    Ada tiga kali penerbangan komersial di bandara tersebut. Maskapai Garuda Indonesia melayani rute Surabaya-Banyuwangi PP dan Denpasar-Banyuwangi PP. Sedangkan Wings Air melayani rute Surabaya-Banyuwangi PP. Jadwal ketiga penerbangan itu dilayani di atas pukul 13.00 WIB.

    Meski untuk sementara bandara ditutup hingga pukul 12.00 WIB, kedua maskapai itu telah membatalkan seluruh penerbangannya hari ini.

    Selain penerbangan komersial, Bandara Blimbingsari sejatinya menjadi tempat latihan tiga sekolah pilot, yakni Bali International Flight Academy (BIFA), Mandiri Utama Flight Academy (MUFA), serta Loka Pendidikan dan Penerbang Banyuwangi (LP2B). Sejak Jumat, ketiga sekolah pilot itu menghentikan aktivitas berlatihnya. Puluhan pesawat latih hanya diparkir di hanggar masing-masing.

    Bandara Blimbingsari telah ditutup sejak Jumat kemarin, menyusul adanya hujan abu dari Gunung Raung. Sejak 29 Juni 2015, status gunung setinggi 3.332 mdpl itu meningkat dari Waspada ke Siaga.

    IKA NINGTYAS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.