Budi Waseso: Berkas Bambang Widjajanto P21  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK nonaktif Abraham Samad bersama Penyidik KPK Novel Baswedan, seusai diambil sumpah sebagai saksi pemohon wakil ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto dalam sidang pengujian materiil UU No 30/2012 tentang KPK, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK nonaktif Abraham Samad bersama Penyidik KPK Novel Baswedan, seusai diambil sumpah sebagai saksi pemohon wakil ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto dalam sidang pengujian materiil UU No 30/2012 tentang KPK, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, 25 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso mengatakan bahwa berkas Kejaksaan Agung telah menyatakan berkas perkara Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif, Bambang Widjajanto, lengkap. Bareskrim belum menentukan kapan bakal menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan sebagai proses tahap dua. "Sedang kami siapkan," ujarnya, Jumat malam, 10 Juli 2015 di Markas Besar Polri.

    Buwas, sapaan Budi Waseso, juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini juga sedang menunggu hasil pemeriksaan terhadap berkas Ketua KPK non-aktif Abraham Samad dan penyidik KPK Novel Baswedan. "Tinggal menunggu dari Kejaksaan saja untuk P21 (lengkap)," ujarnya.

    Bambang Widjajanto ditetapkan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka dalam kasus pemberian keterangan palsu pada persidangan di Mahkamah Konsitusi terkait sengketa pilkada Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 2010. Abraham Samad dijadikan tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen kependudukan, sementara Novel Baswedan ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan dan penembakan para pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 lalu. Saat itu Novel berpangkat inspektur satu dan menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bengkulu.

    Penetapan ketiga pentolan KPK ini diyakini berbagai pihak sebagai upaya kriminalisasi karena dilakukan setelah KPK menetapkan calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus rekening gendung. Namun tekanan dari berbagai pihak itu tak membuat Bareskrim bergeming.

    Menurut Waseso, tuduhan kriminalisasi yang sempat digadang-gadang KPK dan pegiat antikorupsi itu tak terbukti. Alasannya, gugatan praperadilan Novel ditolak hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan Bambang dinilai tidak konsisten lantaran mencabut gugatan praperadilan setelah dua kali mendaftarkannya di pengadilan. "Mereka praperadilan kalah semua. Ini bukti bahwa saya tidak mengkriminalisasi. Jangan terus disebut-sebut Kabareskrim sebagai pecundangnya Polri," ujarnya.

    DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.