Stadion Ambles Digunakan PON, Aher: Tunggu Administrasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api berdiri megah di tengah sawah di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Dahulunya daerah ini merupakan salah satu kawasan penghasil beras yang memiliki kontur tanah basah. TEMPO/Prima Mulia

    Stadion Gelora Bandung Lautan Api berdiri megah di tengah sawah di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, 17 Mei 2015. Dahulunya daerah ini merupakan salah satu kawasan penghasil beras yang memiliki kontur tanah basah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku lega mendapat kabar konstruksi Stadion Gelora Bandung Lautan Api aman kendati ambles. "Saya deg-degan, kumaha (bagaimana) PON nasibnya. Hal yang dikhawatirkan itu bukan di luar konstruksi pokok, di luar bangunan utama,” katanya di Bandung, Senin, 10 Juli 2015.

    Aher--sapaan Ahmad Heryawan--mengaku belum mendapat paparan resmi soal aman-tidaknya konstruksi utama stadion yang ambles itu. Para ahli baru menjelaskan hasil penelitian terhadap konstruksi stadion tersebut kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

    Menurut Aher, kini pihaknya tinggal menunggu pernyataan resmi yang memastikan keamanan Stadion GBLA untuk digunakan sebagai lokasi pembukaan dan penutupan PON XIX saat Jawa Barat menjadi tuan rumah pada 2016. “Insya Allah, tinggal administrasi saja,” ucapnya.

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengambil kesempatan saat berbicara di sela perhelatan groundbreaking jalan akses Gedebage untuk menjelaskan soal Stadion GLBA kepada Aher. “Saya boleh laporkan ke masyarakat, tim ahli dari ITB, Unpar, Pustlibang PU, arsitek Jabar sudah mengecek secara mendalam dengan rumusnya yang rumit, menyatakan stadion itu alhamdulillah aman lahir-batin. Konstruksinya sangat kokoh. Pondasinya 40 meter tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya, 10 Juli 2015.

    Ridwan menuturkan amblesnya stadion itu terjadi pada bagian pelataran parkir yang bagian dindingnya menempel pada bangunan utama stadion. “Yang menjadi problem itu pelataran parkir yang bukan bangunan utama. Itu pondasinya berbeda. Kalau bangunan utama pakai tiang pancang, itu pondasinya dangkal. Kalau ada pergeseran, yang menjadi problem pelataran saja. Tinggal di-treatment, istilahnya disuntik,” katanya.

    Menurut Ridwan, dinding pelataran parkir yang sebagian ikut menempel di bangunan utama terbelah saat terjadi pergeseran. “Disangkanya seluruh bangunan terjadi gagal bangunan. Padahal tidak, hanya karena banci, setengah kaditu (ke situ), setengah kadieu (ke sini), beulah didinya (belah di sana),” ucapnya.

    AHMAD FIKRI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.