Hati-hati, Jalan Alternatif Jalur Selatan Bergelombang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melewati proyek pembetonan jalan yang terbengkalai di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Jalur utama arus mudik wilayah selatan di kawasan Nagreg berpotensi macet akibat proyek pembetonan dan beberapa bagian masih bergelombang. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah kendaraan melewati proyek pembetonan jalan yang terbengkalai di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Jalur utama arus mudik wilayah selatan di kawasan Nagreg berpotensi macet akibat proyek pembetonan dan beberapa bagian masih bergelombang. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Direktur Satuan Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Prahoro Tri Cahyono mengimbau pemudik yang melewati jalur selatan Jawa Barat berhati-hati dan lebih mementingkan keselamatan daripada kecepatan saat melakukan perjalanan mudik.

    Untuk pemudik yang melewati jalur selatan, tepatnya di wilayah Nagreg, Prahoro mengatakan agar senantiasa waspada mengingat jalur Nagreg merupakan jalur yang terkenal dengan turunannya yang cukup panjang juga terdapat banyak tikungan. "Penyebab kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh human error, kendaraan yang remnya blong, dan penerangan jalan yang kurang," kata Prahoro kepada Tempo, Jumat, 10 Juli 2015.

    Berdasarkan pantauan Tempo, kondisi jalan jalur selatan mulai dari Cileunyi hingga Nagreg cenderung mulus. Nampak jelas jalan yang berlubang telah diperbaiki. Namun jalan perbatasan Cicalengka menuju Nagreg masih belum rata karena perbaikan jalan yang belum selesai. Jalan sebelah kiri dari arah barat cenderung lebih pendek daripada jalan sebelah kanan karena sudah diaspal.

    Adapun untuk jalur alternatif jalur selatan, pemudik diwajibkan berhati-hati dalam mengatur kecepatan kendaraannya. Pasalnya jalur alternatif melalui Leles dan Cibatu cenderung bergelombang. Untuk jalur alternatif menuju arah Kota Garut melalui Cibiuk-Cibatu, terdapat beberapa jalan yang amblas sehingga menghasilkan gelombang yang cukup dalam pada permukaan jalan. 

    AMINUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.