Tuna Netra yang Lolos SBMPTN Tak Suka Matematika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di Daerah.Sejumlah calon mahasiswa mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.(TEMPO/STR/Hariandi Hafid)(Komunika Online)

    Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di Daerah.Sejumlah calon mahasiswa mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.(TEMPO/STR/Hariandi Hafid)(Komunika Online)

    TEMPO.CO, Bandung - Ismi Biliarborita Tan, tuna netra yang lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015, mengaku tak menyukai pelajaran Matematika dan Akuntansi. Gadis berkerudung berusia 19 tahun itu punya minat besar pada pelajaran bahasa asing di sekolah, seperti Inggris dan Jepang.

    Pada SBMPTN 9 Juli 2015, Ismi tetap belajar maksimal untuk menjawab jenis soal tertulis. Ismi pun melatih kemampuannya bermusik untuk tes keterampilan selang sehari berikut setelah ujian tertulis.

    Saat SBMPTN pada 9 Juli, Ismi hanya sanggup menjawab 36 dari 90 pertanyaan Tes Kemampuan dan Potensi Akademik. Pada tes kedua, yakni Sosial dan Humaniora, ada enam dari 60 pertanyaan yang dilewat, yakni soal hitungan Akuntansi.

    Ismi yang ingin menjadi guru memilih Pendidikan Seni Musik dan Pendidikan Bahasa Jepang di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Saat pengumuman hasil SBMPTN Kamis, 9 Juli kemarin, sulung beradik tiga orang itu lolos pilihan pertamanya, yakni Seni Musik.

    Tak hanya bisa bermain piano, Ismi juga suka bernyanyi. Ia pernah meraih juara ketiga lomba menyanyi kalangan tuna netra umum pada 2014 di Sekolah Wiyata Guna, Bandung. "Sukanya lagu pop dan jazz Indonesia, seperti Andien, Tulus," kata Ismi.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.