Wali Kota Risma Akan Bangun Rumah Sakit Ramah Lingkungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan panel surya sinar matahari di Gardu pintu Tol Tangerang, Banten, 21 Januari 2015. Gardu tol bertenaga matahari tersebut mampu mengeluarkan listrik hingga 106,72 kwh. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas membersihkan panel surya sinar matahari di Gardu pintu Tol Tangerang, Banten, 21 Januari 2015. Gardu tol bertenaga matahari tersebut mampu mengeluarkan listrik hingga 106,72 kwh. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan segera membangun dua rumah sakit baru yang memiliki konsep rumah sakit ecobuilding, yaitu sebuah konsep bangunan yang dirancang khusus dengan tujuan memaksimalkan energi matahari, baik untuk penerangan maupun energi alternatif lainnya.

    Hingga saat ini, pembangunan rumah sakit itu sudah memasuki tahap desain bangunan, sehingga dia mengumpulkan beberapa pihak untuk membicarakan desain yang diinginkannya itu, termasuk dengan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji maupun Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita. “Saya sudah punya konsep ideal untuk membangun rumah sakit itu,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat, 10 Juli 2015.

    Konsep itu, lanjut dia, untuk penataan posisi bangunannya dapat terintegrasi, dan bangunannya berbentuk vertikal dalam satu gedung, tujuannya untuk memudahkan mobilitas dokter dari satu bagian rumah sakit ke bagian lainnya. “Jadi, nanti dokter maupun perawatnya tidak perlu jalan jauh-jauh,” kata dia.

    Sedangkan untuk bentuk kamar inap pasien, Risma menginginkan jarak antara tempat tidur pasien dan penunggu ada jarak yang lumayan renggang, ruang tunggu khusus juga akan disediakan pembesuk supaya lebih rapi dan teratur.

    Sementara untuk peralatannya, Risma mewanti-wanti supaya alat-alat kesehatan yang didatangkan nantinya benar-benar canggih. “Kalau peralatannya canggih, para profesor nanti akan tertarik datang,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita, mengatakan rumah sakit akan dibangun di daerah Balas Klumprik di atas lahan seluas 2,5 hektare. Satunya lagi akan dibangun di Gunung Anyar dengan menempati lahan seluas 1,2 hektare.

    Kedua rumah sakit ini, kata dia, akan dibangun dengan mekanisme hibah, dan akan menampung 400 tempat tidur untuk rawat inap. “Sedangkan untuk kalkulasi rawat jalan, bisa sampai mencapai 2 ribu pasien per hari,” kata Febria. Rencananya, kata Febria, kedua rumah sakit itu akan dibangun pada November tahun ini, dan akan selesai satu setengah tahun lagi. “Semoga sesuai target,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.