Suap Hakim PTUN Medan, KPK: Mungkin Ada Tersangka Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro (tengah) dikawal petugas memasuki gedung KPK, Jakarta, 10 Juli 2015. Tripeni diduga menerima suap, terkait pengamanan perkara yang sedang disidangkan di PTUN Medan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro (tengah) dikawal petugas memasuki gedung KPK, Jakarta, 10 Juli 2015. Tripeni diduga menerima suap, terkait pengamanan perkara yang sedang disidangkan di PTUN Medan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi S.P., memastikan penyidik mengembangkan kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan yang dilakukan anak buah Otto Cornelis Kaligis, M. Yagari Bhastara Guntur.

    Menurut dia, tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam pemberian suap sebesar US$ 15 ribu dan Sin$ 5 ribu.

    "Ini masih pemeriksaan awal. Masih dikembangkan, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka-tersangka lain," ujar Johan di kantornya, Jumat, 10 Juli 2015. Johan mengatakan sudah ada pengakuan dari tersangka. "Masih kami dalami."

    Baca juga:
    Kisah  Tragis Ayu dan Belasan Gadis yang Dibawa ke Hotel, Dijebak
    Kagumi Indonesia, Manny Pacquiao ke Rumah Mbah Marijan
     

    Geri tertangkap tangan setelah memberi duit kepada hakim Tripeni Irianto di kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, kemarin siang. Selain Tripeni, dua hakim lainnya yakni Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, serta panitera Syamsir Yusfan juga kecipratan besel tersebut.

    Menurut Johan, pemberian duit berkaitan dengan proses pengajuan Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan oleh pegawai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Fuad Lubis. Gugatan di PTUN untuk menguji kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam menerbitkan surat perintah penyelidikan atas kasus dugaan korupsi bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara. Adapun Fuad memberi kuasa kantor advokat OC Kaligis dalam persidangan tersebut.

    Sidang putusan digelar pekan lalu. Sidang yang diketuai Tripeni dan beranggotakan Amir serta Dermawan itu mengabulkan sebagian permohonan Fuad.

    LINDA TRIANITA

    Baca juga:
    Dibunuh Mirip Angeline: Tiara Dipukul Ayah Karena Soal Buku  
    Pastikan Kematian Angeline, Margriet Injak Kaki dan...
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.