176 Penumpang Sriwijaya Air dari Cina Terdampar di Makassar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lava pijar dan asap solfatara menyembur dari Gunung Raung terlihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 4 Juli 2015. Pada Jumat, 10 Juli 2015 dini hari, lima bandara  ditutup akibat pengaruh penyebaran debu vulkanik Gunung Raung. ANTARA/Budi Candra Setya

    Lava pijar dan asap solfatara menyembur dari Gunung Raung terlihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 4 Juli 2015. Pada Jumat, 10 Juli 2015 dini hari, lima bandara ditutup akibat pengaruh penyebaran debu vulkanik Gunung Raung. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Makassar - Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-1091 dari Nanjing, Cina, tujuan Denpasar, Bali, yang memuat 176 penumpang hingga siang ini masih tertahan di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

    Pendaratan Sriwijaya Air dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat, 10 Juli 2015, pada pukul 00.28 Wita, karena Bandara Ngurah Rai, Denpasar, ditutup akibat pengaruh debu vulkanis yang berasal dari Gunung Raung, Jawa Timur.

    Baca juga:
    Kisah  Tragis Ayu dan Belasan Gadis yang Dibawa ke Hotel, Dijebak
    Kagumi Indonesia, Manny Pacquiao ke Rumah Mbah Marijan

    Awalnya pesawat akan mendarat di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo. Tapi karena Bandara Juanda sedang padat, pesawat itu diarahkan ke Bandara Sultan Hasanuddin. Airport Duty Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kamaruddin mengatakan pesawat itu mengangkut 159 orang dewasa, 16 anak-anak, dan 1 bayi.

    Mereka untuk sementara ditempatkan di Hotel Ibis. Sebelumnya mereka menunggu di Gate 7 ruang isolasi. "Mereka tidak diperkenankan bercampur dengan penumpang lokal. Adapun pesawat Sriwijaya yang mereka tumpangi itu diparkir di apron lama," ujar Kamaruddin.

    Kamaruddin mengatakan para penumpang sudah menunggu selama kurang-lebih 10 jam di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. "Pesawat yang dipiloti Kapten Daddy Heruwanto ini rencana awalnya diberangkatkan pada pukul 10.00 Wita hari ini, tapi belum ada juga kepastian karena tadi pagi saja sudah dijadwalkan pukul 09.00 Wita tapi ternyata molor," ungkapnya.

    BADAUNI A.P.

    Baca juga:
    Dibunuh Mirip Angeline: Tiara Dipukul Ayah Karena Soal Buku  
    Pastikan Kematian Angeline, Margriet Injak Kaki dan...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.