Menteri PANRB: CPNS Jangan Lulus Karena Membayar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PANRB: CPNS Jangan Lulus Karena Membayar

    Menteri PANRB: CPNS Jangan Lulus Karena Membayar

    INFO BISNIS - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Yuddy Chrisnandi,  berpesan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak pernah memiliki cita-cita untuk kaya. Menurut dia, yang lebih utama bagi PNS itu adalah pengabdian dan karir.

    "Jadi PNS jangan pernah ada cita-cita untuk menjadi kaya, karena bukan di sini tempatnya. Kalau bercita-cita untuk menjadi kaya saya pastikan anda akan masuk penjara, karena gajinya paling banyak hanya Rp 5 juta," ujarnya kepada 47 CPNS Kementerian PANRB yang baru saja menandatangani Surat Keputusan (SK) Pengangkatan 47 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian PANRB menjadi PNS, di kantor Kementerian PANRB, Kamis, 9 Juli 2015.

    Kata Yuddy, untuk era ini, PNS tidak bisa berleha-leha, karena satu sama lain harus berkinerja dan berkompetisi secara sehat. Jika bekerja dengan keras dan ikhlas maka akan cepat menjadi pemimpin.  "Akan lebih menyenangkan bagi mereka yang pandai bersyukur. Karena ada banyak orang yang ikut tes tetapi tidak lulus seperti anda," ujar Yuddy.

    Yuddy juga mengingatkan para CPNS agar tidak melakukan penyuapan. Ia menegaskan, jika ada dari para CPNS ini lulus karena membayar, uangnya akan dikembalikan dan tidak akan mengangkatnya menjadi PNS. "Menjadi PNS itu karena anda hasil tesnya baik dan  memenuhi kriteria. Kalau ada yang lulus tapi karena bayar, kasih tahu ke saya maka saya akan kembalikan uangnya dan tidak akan mengangkat dia menjadi PNS," kata Yuddy.

    Menteri berpesan agar pengangkatan ini menjadikan motivasi untuk bekerjalebih baik. "Kementerian PANRB merupakan leading sector dari reformasi birokrasi. Maka dari itu bekerjalah dengan baik, semangat, disiplin dan pengabdian pada konstitusi," ucapnya.

    Inforial


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.