Abu Gunung Raung ke Arah Timur dan Tenggara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung mengeluarkan asap solfatara dilihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Juli 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    Gunung Raung mengeluarkan asap solfatara dilihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Juli 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Raung, Burhan Alethea, mengatakan asap gunung tersebut berembus ke arah timur dan tenggara sesuai dengan arah angin. Hal itulah yang menyebabkan lima bandara di dekat Raung terpapar abu vulkanis gunung setinggi 3.332 meter dari permukaan laut itu. "Bandara-bandara tersebut kan letaknya di timur dan tenggara Gunung Raung," kata Burhan kepada Tempo, Jumat, 10 Juli 2015.

    Baca juga:

    Pastikan Kematian Angeline, Margriet Injak Kaki dan...
    Pria Sydney Akhirnya Bongkar Peran Putri Margriet

    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan lima notice  to airmen yang memerintahkan penutupan lima bandara di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Dalam surat pemberitahuan itu disebutkan penutupan harus dilakukan akibat terus keluarnya abu vulkanis dari Gunung Raung.

    Abu vulkanis itu ditengarai bakal mengganggu lima jalur penerbangan domestik dan satu jalur penerbangan luar negeri. Kelima bandara tersebut yakni Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember.

    Burhan menjelaskan, sejak tiga hari lalu, embusan asap mencapai 500 meter dari puncak. Ini lebih tinggi dari sebelumnya, yang maksimal hanya 400 meter. Asap pun lebih pekat dan berwarna kehitaman. Sementara itu, amplitudo gempa tremor yang muncul sejak tiga hari lalu masih bertahan di angka 29 milimeter. "Raung masih mengeluarkan suara gemuruh dan sinar api," katanya.

    IKA NINGTYAS

    Baca juga:
    Kisah  Tragis Ayu dan Belasan Gadis yang Dibawa ke Hotel, Dijebak
    Kagumi Indonesia, Manny Pacquiao ke Rumah Mbah Marijan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.