Da'i Bachtiar Dituduh Terima Suap BNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar dan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Erwin Mappaseng dituduh menerima suap dari seorang direktur PT Bank BNI. Penyuapan itu terjadi dalam proses penyidikan kasus surat utang fiktif BNI yang merugikan negara Rp 1,7 triliun.Dugaan penyuapan itu terungkap dalam kesaksian oleh Komisaris Besar Irman Santoso pada 17 Oktober, seperti tertulis dalam berita acara pemeriksaan yang salinannya diterima Tempo. Irman adalah mantan penjabat Kepala Unit II Perbankan dan Ekonomi Khusus Mabes Polri yang menyelidiki kasus pembobolan BNI Cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan tersangka Adrian Waworuntu. Sejak 17 September 2005, Irman ditahan di Mabes Polri sebagai tersangka kasus penyuapan dan pemerasan pada kasus yang sama. Dalam kesaksiannya kepada penyidik, Irman mengatakan, kedua mantan petinggi Polri itu menerima uang dari Direktur Kepatuhan BNI Mohammad Arsjad. Menurut Irman, Erwin Mappaseng menerima uang Rp 2 miliar. Separuhnya, Rp 1 miliar, diteruskan kepada Da'i Bachtiar."Pak Arsjad datang kepada saya dan mengatakan akan menghadap Pak Erwin Mappaseng untuk menyerahkan uang tersebut. Sore hari berikutnya, Pak Erwin mengatakan telah menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada Kapolri Da'i Bachtiar," kata Irman seperti tertulis dalam berita acara.Irman juga mengaku bahwa ia dan semua penyidik di Unit II Ekonomi Khusus, termasuk dua stafnya, menerima uang dari Arsjad dalam bentuk cek travel Bank Mandiri, masing-masing Rp 25 juta. Menurut dia, Direktur II Ekonomi Khusus waktu itu, Brigadir Jenderal Polisi Samuel Ismoko, juga menerimanya.Tim Penyelidik Mabes Polri yang diketuai Inspektur Jenderal Jusuf Manggabarani telah menetapkan Samuel Ismoko sebagai tersangka.Kuasa hukum Irman Santoso, Haposan Hutagalung, membenarkan pernyataan kliennya itu. "Uang tersebut dibagikan, katanya, dalam rangka Idul Fitri 2003," kata Haposan.Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Aryanto Boedihardjo, mengatakan bahwa pengakuan Irman masih perlu pembuktian lebih lanjut.Da'i Bachtiar membantah pengakuan Irman. "Oh, itu tidak benar. Justru saya yang memerintahkan supaya kasus BNI itu segera ditangani. Itu terbukti dengan cepat terungkapnya dan tertangkapnya Adrian Waworuntu (pembobol BNI)," kata Da'i.Da'i juga mengaku, waktu itu, ia segera memerintahkan agar Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Mappaseng) dan semua penyidik melakukan penyidikan terhadap siapa saja yang diduga terlibat.Mappaseng juga mengeluarkan bantahan. "Itu bukan urusan saya lagi. Jangan konfirmasi ke saya. Saya lagi rapat," kata Mappaseng. "Siapa yang paling keras ingin menuntaskan kasus BNI kalau bukan saya? Masak (saya) mau menyalahgunakan kewenangan? Yang benar saja." ERWIN DARIYANTO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.