Anak Tewas di Tangan Ayah, Si Ibu: Tembak Saja!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Yiorgos Karahalis

    REUTERS/Yiorgos Karahalis

    TEMPO.CO, Makassar - Ani, 30 tahun, tidak terima putri sulungnya, Tiara, 13 tahun, tewas di tangan suaminya, Rudi Haeruddin, 35, tahun. Ia menyimpan dendam terhadap ayah kandung Tiara itu.

    Saking jengkelnya, Ani berpesan kepada polisi agar mengambil tindakan tegas bila menangkap Rudi. "Kalau didapat, tembak saja. Jangan sampai nanti saya atau anak saya yang lain dia bunuh," kata Ani, Kamis, 9 Juli 2015.

    Belum tertangkapnya Rudi, menurut Ani, membuatnya dan dua adik Tiara, Indriyani dan Hairil, tidak tenang. Ia khawatir suaminya yang berkarakter temperamental itu datang dan menganiayanya. Terlebih, pria penganggur itu dikabarkan masih kerap mengintainya dan kedua anaknya.

    Baca juga:

    Dibunuh Mirip Angeline: Tiara Dipukul Ayah Karena Soal Buku 
    Kagumi Indonesia, Manny Pacquiao ke Rumah Mbah Marijan

    Ani mengatakan, putri keduanya, Indriyani, bahkan membolos lantaran takut ayahnya datang ke SD Maricayya, Makassar. Murid sekolah dasar kelas IV itu khawatir bila penganggur itu membawanya kabur. Bayangan kekejaman Rudi masih membekas di ingatan Indriyani, yang menjadi saksi kunci dalam kasus ini.

    Indriyani menyaksikan langsung bagaimana Tiara dianiaya secara brutal. Sang kakak dipukuli berulang kali menggunakan penggaris kayu, sapu, dan balok kayu. Anak yang menjadi tulang punggung keluarga itu dihantam sampai tersungkur tak berdaya.

    Peristiwa tragis itu dilakukan Rudi di rumahnya di Jalan Rappocini Raya Gang I, Makassar, Selasa, 7 Juli, pukul 21.00 Wita. Dengan brutal ia memukuli tengkuk dan kaki Tiara.

    Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo sampai akhirnya meninggal pada Rabu, 8 Juli 2015, pukul 07.00 Wita. Bocah yang menjadi tulang punggung keluarga itu dimakamkan di Pekuburan Islam Dadi.

    Baca juga: Heboh Pilot Indonesia ke ISIS: 3 Faktor yang Mendorong

    Kepala Kepolisian Resor Kota Makassar Komisaris Sudaryanto mengatakan pihaknya tak bisa memenuhi keinginan ibu Tiara. Dalam menjalankan tugas, kepolisian mempunyai standar operasional dalam bertindak. Tembakan hanya dilakukan bila pelaku melawan atau mencoba melarikan diri. Itu pun diusahakan sebatas melumpuhkan.

    Sudaryanto menuturkan, sampai sekarang, pihaknya masih berfokus mengejar Rudi. Kepolisian telah membentuk dua tim untuk mengusut kasus tersebut.

    Salah satu tim yang dibentuknya itu berfokus mencari keberadaan pelaku. "Hanya masalah waktu belum ditangkap. Kami pasti akan tangkap dia," ujarnya.

    TRI YARI KURNIAWAN

    Baca juga: Kisah  Tragis Ayu dan Belasan Gadis yang Dibawa ke Hotel, Dijebak 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.