Gara-gara Pakai Silikon, 23 Orang Papua ini Tak Jadi Dikhitan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak mengikuti proses sunatan massal gedung juang 45, Makassar, (25/3). Sunatan massal yang digelar Satuan polisi lalulintas dan GEMA  itu diikuti 165 anak warga kurang mampu se Kota Makassar.TEMPO/Iqbal Lubis

    Sejumlah anak mengikuti proses sunatan massal gedung juang 45, Makassar, (25/3). Sunatan massal yang digelar Satuan polisi lalulintas dan GEMA itu diikuti 165 anak warga kurang mampu se Kota Makassar.TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO , Jayapura:  Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua menggelar sirkumsisi atau khitan modern gratis  di RSUD Dok II Jayapura, Kota Jayapura. Dari 256 yang ikut sirkumsisi, sekitar 23 diantaranya tak bisa dilayani karena memakai silikon, ramuan tradisional, dan ada yang  memasukkan benda asing di bawah kulit alat kelamin. .

    "Saya juga terkejut mendengarnya. Mereka menyesal tapi terlambat," kata Sekretaris KPA, Constant Karma, Kamis 9 Juli 2015.


    Baca juga:
    Klorin di Pembalut Wanita, Daftar Merek, dan Reaksi Produsen


    Christopher Burns, Orang Sydney  yang Merasa Dikecoh Putri Margriet

    Menurut Constant, pemerintah harus memberikan informasi yang  baik dan benar mengenai pentingnya menjaga tubuh termasuk organ intim. "Memasukkan benda asing ke tubuh bisa berisiko kanker atau penyakit lain."

    Salah satu dokter yang melakukan sirkumsisi, dr Samuel Baso mengatakan, banyak warga yang salah memakai silikon. "Kami temukan, silikon yang dipakai bukan silikon medis. Misalnya, ada yang menggunakan minyak rambut urang aring," katanya.

    Menurut dr. Baso, dari beberapa kasus, alat kelamin mereka ada yang rusak karena pemakaian silikon. "Ini karena cara menyuntiknya salah. Disuntik ke dalam bukan kulitnya."

    Khitan modern ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Untuk tahapan awal, Papua diberikan jatah 1800 unit prepex dari Bill Clinton Foundatioan melalui CHAI (Clinton Health Access Initiative).

    KPA Papua membagi 310 prepex di Kota Jayapura, 190-an unit untuk Wamena, 200-an unit untuk Manokwari dan 150-an unit untuk di Paniai.

    CUNDING LEVI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.